Biophytofarmaca Medicine

ALKALOIDA

Temu ireng  : mengandung senyawa quinon, yang berfungsi merangsang pertumbuhkan anti bodi dan merangsang nafsu makan

Temu giring : menguatkan fungsi jantung dan menekan kadar gula di dalam darah dengan cara mengurangi nafsu makan secara fungsional.

Temu lawak : mengandung senyawa cucurma yang asam isoflavonoat merangsang pertumbuhan Hb di sungsum tulang belakang dan menguatkan fungsi hati.

Kunir putih : melindungi dan merehabilitasi khromosom yang rusak akibat virus.

Kunir : sebagai buffer pH di dalam darah dan cairan tubuh.

Daun pepaya : mengandung quinon dan khlorofil yang kaya akan Mg, berfungsi merangsang pertumbuhan antibodi dan media pembawa elektron (transfer elektron).

Daun wimbo : mengandung quinon dan asam isoflafonoat, yang berfungsi     merangsang pertumbuhkan anti bodi dan menguatkan fungsi hati.

Daun beluntas : mengandung khlorofil / Mg dan K , berfungsi sebagai transfer elektron.

Daun tapak doro : mengandung khlorofil / Mg dan bahan yang dapat merangsang antibodi dan regenerasi fungsi organ pankreas.

Daun tapak liman : mengandung khlorofil / Mg,  phoshat, bio-phosphat, bio-kalsium, dan berfungsi menyehatkan fungsi hati dan ginjal.

Lempuyang / rimpang (umbi akar) : menstabilkan suhu tubuh dan mencegah residu asam urat di dalam organ otot.

Akar dan batang puteri malu : mengandung senyawa niasimin, berfungsi sebagai salah satu kofaktor di dalam ensim.

Tali puteri : berfungsi merangsang pertumbuhan antibodi dan melindungi khromosom.

Daun jambu mete : mengandung khlorofil / Mg dan phenolic, berfungsi sebagai transfer elektron dan merangsang pertumbuhan antibodi membatasi perkembangan virus.

Daun sembung mas : mengandung khlorofil / Mg dan merehabilitasi khromosom yang rusak.

Benalu mangga : mengandung khlorofil / Mg dan merehabilitasi khromosom yang rusak.

Akar tembakau : mengandung nikotiamida, berfungsi untuk memperlancar proses metabolisme dan merehabilitasi khromosom serta menghambat pertumbuhan virus.

Biji alpukat : berfungsi memperbaiki fungsi hati, sehingga LDL kolesterol tidak terjadi, selanjutnya aliran darah lancar, tekanan darah stabil, kerja jantung ringan, tidak stroke.

Daun sirih : sebagai antibiotik alami dan transfer elektron.

Buah ulet-ulet : menguatkan dinding usus halus, agar tidak teriritasi.

Daun makuto dewa : merehabilitasi khromosom serta menghambat pertumbuhan virus.

Batang widoro laut : mengandung senyawa quinon dan mendorong sekresi keringat serta meningkatkan fertilitas.

Biji salam : mencegah LDL kolesterol dan menguatkan fungsi jantung.

Akar ilalang : berfungsi sebagai diuretansi dan metabolisme air di dalam tubuh.

Buah pace (mengkudu) : berfungsi untuk menguatkan fungsi hati, sehingga LDL kolesterol dapat dicegah, dan merangsang pertumbuhan antibodi.

Batang kaktus : melindungi khromosom dengan mencegah perkembangan virus dan mencegah iritasi usus.

Daun tela tahun : tansfer elektron dan  mencegah perkembangan virus.

Kecambah lamtoro : meningkatkan fertilitas dan fungsi pankreas.

Kulit batang babakan pule : mengandung quinon yang berfungsi untuk  merangsang pertumbuhan antibodi.

Gagang sambiroto : mengandung quinon yang berfungsi untuk  merangsang pertumbuhan antibodi dan sebagai racun virus sehingga dapat mencegah perkembangan virus.

Daun remujung : mencegah dan menanggulangi adanya batu ginjal dan batu empedu.

Dlingo (umbi akar) : mengandung quinon dan bahan untuk merehalitasi khromosom.

Bengle (umbi akar) : menstabilkan suhu tubuh dan mencegah serta menanggulangi iritasi lambung.

BIO-MINERAL

Bio-Ca : berfungsi untuk penguatan tulang, terutama sumsum tulang belakang yang merupakan tempat proses reproduksi Hb, menekan pertumbuhan sel kanker, karena akan menambah pertumbuhan trombosit.

Bio-K : berfungsi untuk transfer elektron, pertukaran air di dalam tubuh menjadi lebih baik.

Bio-Na : berfungsi untuk transfer elektron, pertukaran air di dalam tubuh menjadi lebih baik, namun kemampuannya lebih kecil dari Bio-K.

Bio-Mg : berfungsi sebagai gugus aktif penyerapan CO2 sisa metabolisme lewat darah.

Bio-Ba : berfungsi untuk penguatan tulang, agar Ca di dalam tulang tidak cepat terambil karena proses pelarutan, sehingga tidak mudah kropos.

Bio-Si : berfungsi sebagai struktur penguat tulang, karena merupakan bahan isian tulang.

Bio-Phosphat : berfungsi sebagai kofaktor pembentukan ATP, sehingga proses metabolisme di dalam tubuh menjadi lebih baik, menghasilkan energi dan mengurangi penumpukan glokosa, sebagai bahan pembentukan tulang.

BIO-LOGAM

Bio-Fe : berfungsi untuk pembentukan Hb.

Bio-Zn : berfungsi sebagai aktivator hormon dan ensim.

Bio-Mn : berfungsi sebagai aktivator dalam proses pembentukan proton akseptor-donor dalam proses metabolisme.

Bio-Al : berfungsi untuk penguat struktur tulang (bodi)

Bio-Ti,Se,Ge : berfungsi untuk pembentukan hormon dan meningkatkan proses regenerasi khromosom.

VITAMIN : Kofaktor Hormon dan Ensim

Vitamin A : berfungsi untuk mata

Vitamin B : berfungsi untuk syaraf

Vitamin C : berfungsi sebagai antioksidan yang mencegah proses pelapukan dari organ, sehingga ketahanan tubuh meningkat, karena proses metabolisme menjadi lebih baik.

Vitamin-D  : berfungsi untuk tulang (Ca dan phosphat dapat mengendap di dalam tulang).

Vitamin E : berfungsi untuk meningkatkan fertilitas, regenerasi kulit.

Phytofarmaca

1.  Simplycia (Ramuan obat dari ekstrak tanaman berkasiat)

2.  Biofarmaca (Fermentasi yang menghasilkan obat-obatan)

Sumber : Diktat Kuliah ‘Dasar-dasar Bioproses Teknik Kimia Univ. Diponegoro Semarang’ oleh Ir. Amin Nugroho

Iklan

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s