Catatan di Usia 19 ‘2’

Orang pintar takut membayangkan masa depan. Tapi, hanya yang benar-benar pintar yang dapat bertahan hidup. Yah, saat kau mulai membayangkan masa depan pasti berbagai ketakutan akan menghampiri. Keragu-raguan pun ikut menyertai. Di saat seperti ini ada banyak hal yang mendorong lahirnya rasa takut itu. Yang pasti semua orang takut gagal dan tidak ingin gagal di masa depan. Saya yakin semua yang membaca tulisan saya ini ingin menjadi orang yang lebih baik di masa yang akan datang tentunya.

Siapapun yang hidup di dunia ini tidak ingin merugi. Ingin hidup sebagai insan yang sukses dunia akhirat, begitupula dengan saya. Apalagi jika kehidupan yang kita lalui di dunia ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjadi orang yang bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain.

Seperti kata pepatah gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Nama adalah pemberian orang tua kita saat kita terlahir di dunia ini. Menyiratkan makna tersendiri dari serentetan abjad di dalamnya. Berisi harapan orang tua untuk sang anak. Menjadi identitas sang anak selama hidup. Menjadi bukti eksistensi keberadaan seseorang.

Bayangkan bila kita terlahir tanpa nama?. Apa jadinya dunia ini?. Nama, sesuatu yang terkadang dianggap remeh hingga dijadikan bahan ejek-ejekan. Padahal, nama adalah identitas yang paling penting yang kita miliki. Tak ada satu orangpun di dunia ini yang ingin dikenang karena kejahatannya melainkan karena kebaikannya.

Maka, menjadi bermanfaat untuk orang lain membuat kita kan terus dikenang. Hal ini bukan berarti bahwa hidup untuk menunjukkan pada dunia bahwa akulah yang baik dan lihatlah aku dengan segala yang kulakukan. Inilah hidup, dan itulah wujud tujuan hidup di dunia.

Dalam perjalanan hidup kita ini tak selamanya indah, atau tak selamanya akan berjalan dengan mulus. Banyak kerikil, besar maupun kecil menjadi bagian dari perjalanan hidup ini. Hanya saja, cara tiap orang untuk melewati kerikil itu berbeda-beda. Walaupun jenis kerikil yang mengahadang kurang lebih sama jenis dan bentuknya.

Namun, hasil dari proses melewati kerikil itu bisa memberikan dampak yang berbeda-beda bagi tiap orang. Inilah kebesaran Tuhan. Terkadang kita diuji dengan hal yang kurang lebih sama namun tiap orang mengambil pelajaran yang berbeda dari hal tersebut. Ada orang yang benar-benar belajar, namun ada juga yang harus melewati kerikil lainnya untuk belajar. Yah, tak ada yang tau jalan berfikir Tuhan dengan apa yang direncanakannya untuk kita. Semua tertutup rapat dalam misteri kebesaranNya. Membuat kita tersadar bahwa kita tak berarti apa-apa tanpaNya, dihadapanNya.

Pernahkah anda mendengar kata-kata ini “Tuhan tidak mungkin menguji hambanya melebihi kemampuannya”?. Kata-kata ini sering kali kita dengar terucap dari mulut kita sendiri saat berusaha memberi penguatan terhadap rekan kita atau teman kita yang sedang dirundung masalah atau problematika. Atau kata-kata ini pulalah yang acapkali kita dengar dari teman, keluarga, sahabat untuk menguatkan kita saat kita menghadapi sebuah masalah.

Namun, saat kata-kata ini ditujukan pada kita ternyata proses menjadikan kata-kata ini sebagai sebuah keyakinan yang kokoh dan utuh tak semudah saat kita mengucapkannya untuk orang lain. Padahal hal diatas adalah janji Tuhan untuk hambanya. Tapi, acapkali kitapun sering merasa jatuh, putus asa, stress, bahkan frustasi. Saya pun juga mengalami titik ini. Titik dimana saya harus belajar untuk hidup. Merasakan saripati hidup. Mengambil hikmah dari serentetan hal yang terjadi yang melengkapi etape dan sejarah perjalanan hidup saya.

Begitulah hidup, saat kau ingin menjadi insan yang lebih kuat dan tangguh kau harus siap untuk menerima hal-hal yang tak kau inginkan sekalipun. Karena manusia tak pernah benar-benar tau apa yang diinginkannya. Membayangkan masa depan. Hmmm…saya rasa tiap orang punya keinginan yang berbeda-beda akan keinginannya untuk masa depannya. Tapi, kembali lagi seperti apa yang saya utarakan di atas, ada satu kata yang menyatukan kita yaitu “kesuksesan”. Pertanyaannya sejauh mana kita dapat berusaha utuk menjemput kesuksesan versi imajinasi kita?.

Untuk itulah dibutuhkan perencanaan diri yang matang untuk menjemput kesuksesan itu. Mindset kita harus diarahkan untuk menjadi seorang pemenang dengan perilaku yang positif serta diiringi rasa optimisme yang tinggi dalam melewati semuanya. Kalau kita merasa kita adalah orang dengan banyak mimpi yang terlalu tinggi untuk diri kita, maka pantaskanlah diri kita untuk menjadi orang yang layak menggapai mimpi tersebut.

Masa depan anda ada di tangan anda sendiri, biar Tuhan yang menilai pantas tidaknya anda dengan usaha yang anda lakukan untuk mendapat kenyataan atas mimpi itu. Jangan biarkan tanggapan negatif dari orang disekitar kita menyurutkan semangan kita untuk terus berjuang menggapai mimpi-mimpi kita.
Maka, sejauh kita takut untuk membayangkan masa depan, maka sejauh itu pula kita akan berusaha memecahkan tiap misteri skenario Tuhan dengan Usaha kita. Semoga, kita semua bisa menjadi orang-orang yang sukses di masa depan kita. Amin!.

Itulah sederetan makna yang dapat saya ambil dari perjalanan perenungan hidup saya sejenak. Pada kesempatan yang lain izinkan saya menulis makna lain yang saya ambil dari perjalanan hidup saya. Untuk para pembaca terima kasih telah meluangkan waktu. Bila ingin berbagi cerita silahkan kirimkan komentar anda.

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s