Curhat Penguat Hidupku (Untuk Kukenang)

Curhat ini dibuat untuk kukenang. sejak mengidap spasmofilia yang seminggu terakhir kuganti namanya menjadi spasmocute harus banyak menulis agar bisa terus mengingat perjuangan untuk tetap survive dari hari ke hari. maklum short memory saya agak kacau. hehehe

sejak pagi saya demam disertai nyeri tulang yang cukup menguji kesabaran, tapi anehnya saya tetap berusaha beraktifitas secara biasa dan ternyata bisa. kemudian saya menepuk pundak sambil berkata pada diri sendiri “hey,terima kasih diriku. kau kuat hari ini”.

seminggu ini saya memaksa untuk melakukan banyak aktifitas, hal yang berbulan-bulan lalu tidak bisa saya lakukan. membuat diri merasa kurang berguna. untuk diri sendiri saja kurang berguna bagaimana untuk orang lain, kalau kurang berguna apa yang hendak dibawa jadi bekal di akhirat?. pikiran itu terus saja mengganggu mental&akhirnya membuat fisik semakin menderita.

dengan membuat pikiran stres sama dengan mengaktifasi si unyu spasmocute. bayangkan dari orang yang senang melakukan banyak aktifitas, kemudian menjadi orang yang lebih banyak rebahan di kamar, tentu saja menjadi momok & teror. apalagi bila yang di idap akan melekat seumur hidup. what should i say?. it blessing or what?. it killing my spirit and soul softly at the beginning.

sampai kemudian saya membuka email saya, ada milis gabungan pengidap spasmocute. ada seseorang yang baru saja mengirimkan komentar. sungguh komentar yang sangat menggugah pemikiran saya.mungkin inilah jawaban Tuhan atas doa saya ketika meminta untuk terus dikuatkan dalam sesulit keadaan & meminta kebahagiaan.

kebahagiaan itu akan selalu ada kalau kita pandai bersyukur atas apapun yang ada pada diri kita saat ini, jangan terus melihat apa yang tidak bisa dilakukan tapi apa yang telah dilakukan.

sebenarnya kalau dipikir2 setelah membaca lagi komentar2 di milis itu saya merasa beruntung, masih mampu beribadah & berdoa, masih bisa tertawa bahagia, berkunjung ke dokter sendiri, masih mampu beraktifitas sendiri, masih mampu memasak sendiri, dll. saat saya tidak sesehat orang lain.

untuk itu kemandirian saya disaat sakit, tanpa merepotkan orang lain perlu saya apresiasi. sekali lagi saya menepuk pundak “terima kasih diriku, kau telah berusaha sekuat tenaga mendampingi dan berjuang bersama dengan kuat, aku bangga padamu”.

di milis itu saya membaca komentar dari seorang pria yang sudah mengidap spasmocute selama 21 tahun, di awal komentarnya ia berkata :
“jangan berharap untuk sembuh deh, saya sudah 21 tahun mengidap penyakit ini. tapi selama kita bisa memanage diri untuk tau hal apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan maka kita akan bisa terus bertahan, ada untungnya juga sebenarnya terkena penyakit ini. saat orang mulai mengerti bahwa orang2 yang terkena penyakit ini sangat rentan terhadap stres (untuk orang biasa, hal tertentu tidak akan membuat stres atau bisa dihadapi dengan mudah. tapi bagi pengidap spasmofilia hal kecil saja sudah akan membuat stres) sehingga orang2 disekitar kita, termasuk bos saya agak memilih kata2 saat berkomunikasi dengan saya, mereka ikut menjaga saya. karena stres pemicu tercepat bagi saya”

lalu setelah membaca tulisan itu saya berfikir,
“Hey, spasmocute tidak hanya menghampiri dirimu saja, cukup untuk berfokus pada hal2 yang tidak bisa kamu lakukan atau hal2 yang melemahkan. banyak orang diluar sana ditempat yang berbeda juga berjuang dengan hal yang sama. He can survive for 21 years. how amazing the power of spirit for life. kalau orang lain mau untuk tetap terus berjuang, mengapa kamu harus melemahkan semangat & jiwa mu sendiri. padahal dirimu itu sahabat terdekatmu”.

sejak saat membaca tulisan itu saya merubah mindset untuk menghargai sekecil apapun progress yang bisa saya lakukan, bersyukur membuat kita merasa lebih kuat, berbagga pada kekurangan diri.

saat mengetahui saya mengidap spasmocute awalnya saya banyak memikirkan hal negatif, apalagi mengetahui banyak info soal spasmocute membuat saya sedikit frustasi menjalani hidup ini.

yang ada dipikian saya seputar kematian, mempersiapkan diri untuk ajal, tidak mau bersosialisasi karena takut prasangka orang yang mungkin akan menjudge saya ‘mana ada orang sakit tiap hari’ atau judge statement yang lain, ditambah ada yang pernah menulis bahwa spasmocute itu bisa menurun ke calon keturunan saya pun memutuskan untuk tidak ingin menikah & punya anak kalau akhirnya anak saya akan mengidap hal yang sama dengan saya.

sungguh miris segala pemikiran saya saat itu. benar2 Tuhan lah sebaik tempat meminta&memohon pertolongan, efeknya saya selalu mendapat serangan spasmocute. terakhir sebelum membaca tulisan di milis itu, mata saya tidak bisa terpejam, badan kejang, perut kejang, mata selalu mengarah ke atas (seperti pandangan anak autis), pandangan buram, pusing, alergi pada kulit, memori semakin kacau, harus ditopang dengan obat penenang dan pengurang rasa sakit selama beberapa hari.

setelah itu saya lebih banyak berdoa, memohon kekuatan lebih kepada sang khalik. merubah mindset ternyata berimpact positif yang banyak. saat ini saya menulis dalam kondisi demam, tapi saya bisa berkata “ini belum ada apa2nya untuk meneggelamkan semangat hidupku, aku sering mengalami & berhasil melewati hal yang lebih menguji mental dari ini”

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin atas semua Rahmat ini ya Rabb.
Terimakasih banyak bagi Ibundaku tersayang “Subaedah” yang selalu memberikan dukunga moriil dan materil, Almarhum Ayahandaku “Horma Sido” atas didikan & contoh nyata nya padaku selama hidupnya, adik2ku, keluarga, sahabat, orang terkasih yang selalu hadir mendampingi perjuanganku.

tanpa dukungan aku takkan bisa terus maju & berjuang.

semoga kedepannya apapun ujiannya aku bisa terus kuat menjalani semua.

amin

Iklan

10 pemikiran pada “Curhat Penguat Hidupku (Untuk Kukenang)

  1. Setaip jalan ada kerikilnya sendiri, setiap orang ada masalahnya sendiri dan Alloh telah memberikan bekal pada setiap orang untuk melalui jalannya sendiri2. Salam kenal…!

    • terimakasih & salam kenal.
      belajar menjalani kehdupan dengan baik memang tidak mudah, selalu ada ujianNy. saya yakin bahwa bekal utama dalam melalui semua saat ini dgn berpikir positif. dibalik ujian pasti ada kemudahan.

  2. spasmofilia emang gak bisa sembuh, jadi yang bisa kita lakukan ya “nikmati” aja, 23tahun menderita spasmofilia, alhamdullilah masih bisa ‘survive’ sampai detik ini, walaupun memang gak mudah..apalagi waktu pertama2 tahu waduh bikin frustasi aja karena kita tidak bisa beraktifitas seperti sebelum menderita spasmofilia, bener2 bikin bete deh, tapi dengan berjalannya waktu dan ‘kompromi’ antara diri kita dengan spasmofilia, maka akhirnya kita dapat ‘survive’..
    Tetap semangat ya Citra….^_^

    • senang sekali rasanya bisa menulis tulisan ini dan dibaca oleh sesama pengidap spasmocute. Rasanya memang ga mudah hiup bersama spasmocute ya mba. saya banyak merasakan apa yang disebut perjuangan berserta frustasi saat harus ‘survive’ bersama spasmocute. terimakasih ya mba, sudah bersedia mengomentari tulisan saya.

      rasanya bahagia sekali bertemu dengan orang yang telah jauh lebih dulu menyelami perjuangan bersama spasmocute, kalo mba Ita bisa maka saya juga harus bisa.

      Semangat… 😀 Mba, saya mengirim email ke alamat email mba, kalo sempat tolong dibalas ya.
      -Terima Kasih-

  3. Hallo citra..saya kena spasmo grade 4..setiap hari pusing,nyeri telinga,kadang kesemutan diwajah.nyeri kaki..awalnya sedih.banyak hal yang harus dilakukan,kerja,ngurus 2anak masih balita..semoga dengan membaca tulisan2 kamu jdi termotivasi untuk tetap bisa berfikir positif dan tetap berusaha agar spasme nya nga sering kambuh

    • Hallo mbak Septy. Kalau kondisi fisik sedang drop memang rentan kumat. Usahakan untuk selalu beristirahat yang cukup. Karena faktor kurang tidur membuat spasmo juga rentan kumat. Mudah2an bisa terus semangat. Kalau aktifitas padat, usahakan untuk selalu minum susu ya mbak.

      • Hallo citra, aku nga doyan minum susu..terapi di karyadi namanya apa ya?aku baru tau spasmo grade 4 baru 1bln ini,selama 2bln sebelumnya tiap hari pusing..awalnyabke tht karena infeksi telinga juga setelah nyeri sm pusing nga ilang2 dirujuk ke dr saraf..akhirnya emg dan ketauan spasmo.udh minum obat setiap hari..tetep nyerinya masih sering kambuhh..sampe sekarang..hari ini cuma kerja setengah hari,tadi tiba2 dikantor mata mulai berat dan nyeri trua wajah kesemutan semua.

      • Wah…walaupun ga doyan harus mulai minum susu mbak. Ga periksa lebih lanjut SF nya karena apa?.
        Terapi relaksasi otot namanya mbak, ada di instalasi rehab medik.

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s