Dibalik Potret Sebuah Vagina

Ingin kugantung penismu di depan pintu kamarku.

Petak kecil sebagai saksinya, saksi penismu dengan nafsunya.

Kau gagahi aku, barang daganganmu sendiri.

Tak kuasa ku melawan takdir, karena aku kalah saat kau nanar.

Kau jajakan aku di sudut temaram.

Demi kepuasanmu,egomu akan dunia yang tak sanggup kau gapai dengan keperkasaanmu.

Kau busuk, luar biasa busuk, palsu, luar biasa palsu.

Berlindung di balik vagina, payudara  milikku, disana kau gantungkan hidupmu.

Berlari kecil aku dalam gamang, mencari iman.

Iman tuk kuyakini agar jadi pelitaku.

Iman yang mungkin tak pantas bibir ini ucap di tengah nistanya diri dan batin rasakan.

Tapi tak kuasa diri ini merasa perih, tak hanya disudut vagina, tapi di sudut hatiku.

Aku mati rasa, kelu bibir ini mengucap.

Lidah ini hampir tak bisa merasa, hanya tahu kepahitan.

Kuelukan kata bangsat, bangsat, bangsat, dan bangsat.

Bercokol terus kata itu dari bibir ini, bibir yang bahkan tak sanggup berujar yang lain.

Kujajaki temaram sudut kota.

Berlindung dibalik busana pentas, dibalik topeng panggung.

Karena aku hanyalah pelakon.

Pelakon kisah najis, najis bagi mereka yang punya harta, kuasa, dan hidup enak.

Tak ada yang peduli dengan sejarah hidupku.

Sejarah kisahku, si pelukis malam.

Melukis malam dengan nafsu.

Hingga siluet senja menampakkan diri di sudut maya mataku.

Kalau aku boleh memilih takdir,kan kupilih kehidupan yang enak.

Seandainya saja vaginaku sanggup taklukkan beribu penis.

Tapi aku tak sekuat itu melayani buasnya penis.

Hanya erangan kesakitan yang selalu temaniku.

Kujajaki lagi jalan di sudut kota.

Membuang rasa sakit di hati, menata diri untuk kembali siap berlakon.

Menunggu ksatria dalam dongeng datang.

Selamatkanku dari kebejatan yang tlah hancurkanku.

Dibalik potret sebuah vagina, inilah kisahku.

Semarang 13/01/10  (01.24)

Iklan

6 pemikiran pada “Dibalik Potret Sebuah Vagina

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s