Tradisi Maulid

Ada tradisi maulid yang sering dilakukan di daerah tempat kelahiranku di Kendari (Sultra). kami membuat pohon telur yang sering disebut dengan (male’). Telur tersebut diikatkan ke sebilah bambu yang kemudian ditancapkan ke batang pisang.

Saat maulid ibu-ibu dan anak wanita sibuk membuat male’, ayam goreng, dan nasi ketan yang dimasak dengan rempah-rempah dan santan. Pohon telur itu diletakkan di dalam pot yang sudah dilapisi daun pisang. Dibagian ujung batang dilapisi dengan daun pisang. Kemudian di dalam pot diisikan dengan nasi ketan. Di dalam nasi ketan diisikan ayam goreng.

Saat malam tiba, berbagai jenis pohon male dengan berbagai jenis hiasan dibawa ke Masjid dipasang berjejeran. Kemudian kami beramai-ramai ke masjid dan mendengarkan ceramah, setelah mendengarkan ceramah, anak2 berjejer beramai-ramai dan akan ada pembagian telur.

Saat pembagian telur merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Setiap anak pulang dengan wajah berseri-seri. Hal yang ingin ditonjolkan dalam acara tersebut bukan berlebih-lebihan. Tapi kebersamaan dan sukacita tiap menyambut maulid bagi anak-anak, untuk bapak-bapak & ibu-ibu sebagai sarana silaturrahim, berbagi, dan berkumpul dalam kebersamaan di hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Salawat dikumandangkan sejak sore menambah sukacita dan menyejukkan hati di hari spesial.

Saat berdomisili di Semarang, apalagi di Tembalang. Maulid sepi rasanya, jadi hari ini aku membuat nasi minyak dan telur rebus sebagai pendampingnya, sembari berdoa bersyukur atas semua karunia yang telah Allah limpahkan selama ini. Alhamdulillahirabbil ‘alamin.

61 thoughts on “Tradisi Maulid

  1. aamiin…
    semoga perjalananmu aman dan mengasyikkan.
    tanah ini telah memendam rindu, rindu yang teramat dalam padamu.
    putri daerah.
    cieee.. *prok prok prok ;D

    • Gus,,,rencanaku berubah. tampaknya belum bisa pulang februari ini. dosen rancang pabrikku mau ke luar negeri akhir maret ini, aku harus menyelesaikan rancang pabrik dulu sebelum akhir maret😦
      baru tau siang tadi saat bertemu pak dosen.

  2. Ping-balik: Diary Komentar Kami « hembusananginlembut

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s