Sepuh Karat Layu

kenangan itu kini telah sepuh

sesepuh keris yang dipegang oleh seorang sepuh

sepuh namun tetap disimpan sebagai keris sepuh

menyapu peradaban baru dalam memorinya yang sepuh

 

otaknya kini telah berkarat

bukan sebagai emas yang punya karat, tapi besi tua yang berkarat

sama seperti ujung kerisnya yang berkarat

perkaratan di otaknya tentang satu itu begitu mengarat

 

dalam badan yang telah layu

bagai tumbuhan yang jarang tersiram air

hatinya juga melayu, dalam cerita yang layu

layu karena hati dalam cerita yang layu

 

yang lalu biarlah berlalu

yang kini inilah ini

yang esok biarlah besok

aku tinggallah aku, dia tinggal diam

 

kuseka tubuhnya dengan air, bukan dengan asam pekat

aku ingin menyegarkan layu dalan lelayu atas dirinya

aku tersenyum didepan wajahnya berharap ia mengikutiku

aku diam, karena ia diam

 

mati sudah ia dalam sepuh, karat, dan layu

membasuh sepuh dengan asam, membiarkan diri sampai layu

bernyawa tapi mati

dalam cerita pagi yang sepi untuk luka dibasuh perih

8 thoughts on “Sepuh Karat Layu

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s