Bilur Rindu untuk Air Susu

Aku menantimu disini, di sudut kota

Saat kau berjuang di garis terdepan avant garde

Kau tinggalkan aku setelah kau singgahi rahimku dengan sperma

Dan sperma itu menghadiahi aku bayi mungil

Apa kau tau kalau aku kini telah berdua menanti?

Menanti dalam bajuku yang kian lusuh serupa gelandangan, menggendong anak serupa yatim yang kian kurus

 

Kupuja Tuhan, melantunkan nyanyian cinta penuh rindu

Kau takkan mendengar dengan telinga tapi dengan hatimu

Itu kalau kau masih mengingatku, wanita yang pernah kau singgahi rahimnya dengan sperma

Kutatap wajah pria yang juga singgahi rahimku

Yang kini ada dipangkuanku, yang menanti air susu di balik kutang yang kian mengering

Kubuai ia dengan air mata bukan air susu

 

Kemiskinan ini mencekik ku kasih

Memekatkan hati melihat kasih lain berlinang air mata

Ini sudah hampir setahun

Badanku kini kering tak tersiram cinta ataupun materi

Kepada siapa aku harus berharap kalau kasih tak kunjung pulang?

Sementara priaku yang lain butuh air di balik kutangku

28 thoughts on “Bilur Rindu untuk Air Susu

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s