Parno = Lewattt

Hari ini saya akan bercerita tentang diri saya. Dalam paranoid yang mulai menggerogoti otak saya. Saya belum siap menikah. Saya ini masih kecil #ngarang. Semakin dikipirkan semakin rumit. Jadi saya akan berhenti memikirkannya. Toh si Mas yang ngajakin nikah belum tentu mikirin apa yang ada dipikiran saya.

Mari membaca mantra “Bismika Allahumma ahya wa bismika amuut”. All is well, don’t worried. God beside you. Kalau kita berpikiran negatif, ibarat doa itu yang bakal kejadian. Lebih baik berharap si Mas galau yang ngajakin nikah itu tiba-tiba amnesia #jahat ga sih?.

Mari bersikap tenang, berfikir positif, jadi bisa beraksi positif untuk hidup yang lebih baik.

yuhuuuuuuu…

32 thoughts on “Parno = Lewattt

      • dek citra, afika besok sekolah jgn mengada-ngada. Yg ada tu kirim salam pasti dek bunga😀 *mengintip dari sela-sela jendela*

      • Afika nya abis minum kopi bang, jadi jam segini masih melek.
        *ngintip dari sela2 jendela kaya kebiasaan wanita jaman pra kemerdekaan. trus masuk rumah dengan senyum malu2*
        beda bgt ama budaya skrg ya bang.

      • bunga citra afika jadi tambah panjang nama adek blogger ini #huh

        kok ngintip terus masuk ke rumah dek, berarti wanita itu di luar rumah dong, uji logika dgn kalimat di atas :S

        habis pra kemerdekaan juga masih ada kok dek🙂

      • hahaha… terserah abang saja mau memanggil apa.
        jadi yang di intipin cowoknya bang.
        #perasaan dmn2 yang ngintip cowok ya.
        ralat = maksuny gini bang, cewekny ngintip dari jendela dalam rumahnya. pas cowoknya ngelirik balik. ceweknya malu langsung lari ke dalam rumah (menjauh dr jendela).
        keinget pas nonton sinetron jaman SD. posisi wanita belum diperhitungkan. apa2 mengikut saja pada kehendak orang tua. wanita itu rata2 cenderung pemalu.
        Tapi saya selalu kagum dgn wanita Aceh atau Bali yang pada zaman penjajahan melawan Belanda. Dimana saat itu wanita umumnya berlindung dibalik pria, mereka justru ikut berjuang ke medan perang.
        entah pria aceh memandang wanita seperti apa.
        kalau disini kan, wanita dipandang berdasarkan kepatuhan nya.
        kalau ayahku bilang, jadi perempuan itu harus cerdas, bukan cantik yang bikin perepuan itu benar2 bernilai tapi kecerdasannya dalam menguasai banyak hal. tapi tidak mengurangi penghormatannya terhadap sesama.

      • petuah Ayah yg sangat bijak pada anaknya, kecerdasan membuat dia bisa bertahan🙂

        kalau wanita Aceh dulu no coment, kalau wanita Aceh kini banyak komen dan wanita lainnya di Indonesia😀

    • hahaha… orangnya ga pernah baca postinganku di blog sist. tp kalo di ajak nikah disaat ga siap emang bikin shock berat. ada yang siap nikah blm ada yg ngajakin, eh ada juga yg blm siap malah ada yang ngajak nikah. =P

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s