Hati Baru untuk Cinta Lalu

Kutipan rindu seorang sahabat untuk sahabat (pujaan hati), dimana aku sebagai pendengar para sahabat dalam kutipan rindu dan rasa dibalik kata. Kami berbincang soal rindunya dalam cintanya untuk yang telah pergi.

♥  ♥  ♥

Gelap bersatu dengan hujan agar kau tahu dingin yang kau rasa dan sepi yang kau rindu itu karena tak hadirku di sampingmu.

Gelap tidak selalu bersatu dengan hujan, sama halnya dengan dia yang tidak selalu merindu tanpamu.

Tapi aku hanya ingin melihat tawanya sedikit saja.

Bukankah tawa itu ada dalam siluet yang tertangkap kamera?. Pandangi kalau memang belum bisa menemuinya dalam rindu tak tertahan. Kalau kurang, datangi biar rindu itu terobati. Itu kalau kau tak sanggup menunggu ia merindu dan datang padamu.

Begitu banyak tawa yang aku rekam dari masa lalu dengannya, begitu banyak rekaman yang terus saja berputar tanpa aba-aba. Merindunya sudah jadi kebiasan setiap hari, namun dia masih saja tak bisa menemui hujan, mungkin takut basah, atau mungkin takut orang lain tahu kalau dia basah.

Teruslah menanti dan memutar rekaman cerita hingga cerita menjadi usang. Bukankah hatimu selalu baru untuknya?. Beginilah cinta membuat orang merindu. Bawakan ia payung kalau ia memang takut basah, maka ia juga takkan ketahuan orang yang ia takuti.

Ya, hatiku selalu baru untuknya, tanpa sadarnya.,.. aku sudah tak menantinya, setidaknya untuk saat ini, tapi merindunya sudah tak bisa ku kendalikan, biarkan dia tak mengingat hujan, biarkan dia pergi bersama angin, biarkan ia hilang bersama matahari, aku hanya ingin mengingatnya sebagai masa lalu, karena sekarang dia sudah tak bisa aku kenali lagi.

Mari menghirup udara dalam dalam, biarkan rindu memenuh bersama udara yang masuk terikat darah. Hari ini nikmati rindu itu melebur satu dalam diri dan darahmu. Kalau kau kini tak tersadar maka jadikan yang terakhir, itu kalau kau betul-betul telah merelakannya.

Siapa bilang aku pernah merelakannya?. Aku hanya tak lagi berpikir untuk menangkapnya kembali, dia pergi karena sudah terlalu lama dingin dalam dekapku, dia pergi dengan tangis juga, walau tangisnya sudah reda.

Mari kita pandangi dia dari sudut mana kita berada, membiarkan ia didekap kehangatan dari dingin yang kau berikan dalam dekapamu.

Mari, dengan atau tanpa sadarnya. Aku tetap disini merindunya.

♥  ♥  ♥

Cerita Cinta yang telah lewat dengan hatinya yang selalu baru :-)

42 thoughts on “Hati Baru untuk Cinta Lalu

  1. speechless baca ini…
    dadaku sesak entah kenapa??

    pikiran selalu berpikir, bahwa besok ku harus terbang ke Makassar… entah apa yang kupikirkan, saat membaca ini, Speechless… haaaaaahh.. speechless… dada sesak…

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s