Penyiksaan Buku Muka

Banyak orang mengeluh di dinding, dinding buku muka kini telah menjadi dinding keluhan, semua minta diperhatikan, mencuri perhatian, mencari pengertian. kalau semua ingin dilihat siapa yang melihat?. kalau ada yang melihat maka ia akan lelah menanggung beban.

Kulirik postingan kata, keberpindah disana, mencari tempat yang lebih tenang. bukan berlari dari keramaian, tapi berlari dari dinding keluh kesah. Dari wajah-wajah meminta ingin dipandang. Aku membangun rumah yang baru disini.

(Semarang 270212)

Iklan

14 pemikiran pada “Penyiksaan Buku Muka

  1. ketika “buku muka” tersiksa..

    “kicauan” justru selalu dituduh menjadi pembunuh dengan HOAX RIP nya

    “pertemanan” kayaknya uda mulai terlupakan

    sementara di sini dulu, menghindari hiruk pikuk jejaring sosial

    ^_^

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s