Catatan Pengamatan Mahasiswa Galau

Saat pusing saya menonton rapat dewan, dibalik kaca melihat beliau-beliau rapat. Awalnya rileks menonton Indonesian Idol. Ternyata lihat rapat jadi lebih terhibur. Bukan main seru dan hebohnya.

Teman-teman saya sesama engineer sibuk mensupport kenaikan BBM. Atas dasar input yang tidak sama dengan output. Intinya pertamina merugi. Jangan hanya dihitung berdasarkan crude oil, tapi dengan ongkos eksplorasi, konversi crude oil menjadi premium, dll. Kalau input sama dengan atau dibawah output bedasarkan basis perhitungan sederhana neraca ekonomi, maka mereka akan rela hati ikut demo.

Ada pula yang sibuk membahas cadangan minyak bumi yang semakin menipis. Indonesia sebagai penyumbang minyak 0,3% bagi dunia hanya tinggal memiliki cadangan minyak untuk 12 tahun mendatang. Lucunya Total justru memperpanjang kontrak kerjasama di bidang perminyakan dengan Indonesia. Apa fakta 0,3% ini sekedar konspirasi politik saja?.

Yang jelas kalau memang benar seperti (takut cadangan minyak habis) itu kenapa tidak sibuk dengan alokasi pengembangan sumber energi alternatif. sumber energi alternatif yang penelitiannya sudah begitu banyak dilakukan baik untuk dosen maupun mahasiswa hanya tinggal cerita di atas kertas atau sebagai file. tanpa pengembangan signifikan. untuk pabrik biodiesel pun yang masih ada gaungnya mungkin tinggal Ganesha Energy 77 saja. Padahal semakin berkembangnya penelitian sampah plastik pun bisa diubah menjadi premium. Penelitian yang mengantarkan dosen wali saya di kampus Ir. Istadi menjadi dosen berprestasi nasional. Saat ditanya penelitian ini mau dibawa kemana?. hanya senyum kecut yang bisa terurai. sudah nasib peneliti kita berkembang dalam kajian riset semata.

Ada pula yang sibuk mengoceh, beli rokok harga 12ribu sanggup, BBM 6ribu tak sanggup. hahaha… dua-duanya sama-sama berkaitan dengan banyak orang. Soal rokok dan pajaknya saja masih penuh misteri.  Pajak rokok yang disumbangkan untuk negara menurut data lebih sedikit  dibanding pengeluaran negara atas ‘biaya tanggungan kesehatan’ akibat penyakit yang disebabkan oleh rokok, bahkan 7x lipat. Lucu. Beneran 7x lipat, atau angka tersebut sudah masuk dalam total hitungan yang ditambah penggelembungan dana. Kalau pajak rokok dinaikkan sampai 3x lipat, ga kebayang deh yang demo. Sambil ngerokok-rokok gitu kali ya. Kalau pajak rokok naik yang merasakan dampaknya adalah lingkaran yang berkaitan dengan industri rokok dan juga perokok pastinya. Kalau BBM naik yang merasakan dampaknya siapa?. Ini bukan perkara mampu atau tidak, kalau yang membuat statement belum tau rasanya susahnya cari uang, punya kemampuan finansial yang sudah ‘seattle’ rasanya wajar. (tanggapan sentimentil)

Keputusan Dewan kita yang heboh itu mengingatkan saya pada simulasi rapat pada Latihan Dasar Organisasi Mahasiswa yang setiap tahunnya di adakan di kampus saya. saat moment itu peserta yang awam mengenai sidang dan aturannya ribut, heboh. Senior menekan dan memprovokasi membuat suasana tidak kondusif (skenario). Selayaknya simulasi mahasiswa baru, sama halnya dengan yang saya saksikan di televisi tadi malam. Anggota berebut interupsi, berebut bicara. Pimpinan sidang kalah suara dibanding peserta, tepatnya peserta sidang cukup berhasil membuat pimpinan sidang gerah. Menjadi pimpinan sidang memang berat, tidak mudah. Apalagi bila pesertanya sulit di atur. Kalau semua kalangan yang berkumpul intelek, sama-sama merasa perlu menyalurkan aspirasi. Mungkin memang seperti ini gambarannya. Entah ini layak disebut pendewasaan dalam proses demokrasi atau apa.

Apapun itu keputusan sidang memberikan celah yang besar untuk kenaikan BBM, berbasis fluktuasi harga minyak dunia. whatever, toh sudah diputuskan. Saya lebih tertarik menanti melihat realisasi pemerintah akan janji-janji manis yang akan direalisasikan saat BBM naik. Tolong lirik daerah Indonesia Timur juga ya Bapak/ Ibu dewan yang duduk di kursi dewan yang mewakili rakyat. Di perkampungan di Indonesia Timur sana, khususnya di Sulawesi Tenggara. BBM mahal sudah biasa, di kampung ibu saya yang jauh dari ibu kota, beda pulau pula 1liter bensin 10-15ribu. Makin langka pasokan, makin mahal harganya. Kalau BBM naik, maka harganya akan naik 2rb-5rb rupiah. Berkoar-koar di pulau terpencil tak ada guna. Bayangkan bagaimana dengan yang tinggal di papua?.

Listrik saja belum bisa dirasakan utuh, pasokan listrik hanya ada pada pukul 6 sore sampai 6 pagi. kadang-kadang juga mati. No signal, kecuali di satu desa. Jadi semoga rakyat-rakyat di pelosok sana juga bisa mendapatkan hak atas inrastruktur jalan. Jalan, karena jalan di pulau Wawonii (syukur-syukur kalau ada yang pernah dengar nama pulai ini) kampung ibu saya lebih cocok untuk tempat latihan para offroader. kalau hujan ya siap-siap saja memilih jalan kaki melewati hutan. Boleh dong berkoar-koar dikit pemusatan pembangunan jangan hanya di pulau Jawa saja.

Teman saya sesama mahasiswa membahas seperti ini, saat ini sebagai mahasiswa yang perlu kita lakukan adalah belajar yang giat. Kuasai proses, kemudian berikan pemahaman yang real kepada masyarakat. Jadi yang terbaik di bidang kita. Berikan kontribusi yang bisa kita berikan kepada masyarakat. Semakin banyak yang berbuat maka akan semakin baik.

Cara intelek tidak akan selalu kalah bila dilakukan dengan benar kan?. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus lebih kreatif lagi. Kedepannya mungkin ini bisa jadi pertimbangan pihak Universitas di Indonesia. Pengarahan mahasiswa sebagai agen perubahan bisa digalakkan lewat momen KKN. dimana mahasiswa ditempatkan maka seharusnya bisa benar-benar menjadi problem solver, tidak hanya sekedar melaksanakan program untuk mendapatkan nilai bagus semata. Atau mungkin lewat dana PKM pengembangan bisa dirahkan ke potensi sumber bahan baku ataupun potensi yang perlu dibangun sesuai kebutuhan masyarakat di daerah tertentu harus lebih diperhatikan. jadi tepat sasaran, disertai pengontrolan.

Ada pesan bijak dari dosen saya, “Jadilah sebiji jagung di rumah petani”, jadilah orang yang memberikan sebanyak-banyaknya kontribusi dan manfaat bagi rakyat.

Terinspirasi dari tulisan adik saya

BBM…naik naik..turun turun

Semoga bermanfaat :-)

82 thoughts on “Catatan Pengamatan Mahasiswa Galau

  1. Simulasi sidangnya saja sudah diajarkan sejak jadi mahasiswa kok. Jadi begitulah setelah lulus jadi sarjana:mrgreen:

    Catatan gado-gado, tapi intinya satu: untuk Indonesia yang lebih baik! Semoga, ya, Mbak🙂

  2. (1) Tadi saya jalan-jalan di kota Tangerang melewati ex. Terminal Cikokol. Beberapa tahun yang lalu, saya melihat ex terminal ini sudah menjadi taman hijau dan memang rencananya dijadikan sebagai areal resapan air (Tangerang sering banjir). Tapi kini taman itu sudah mejadi sebuah gedung megah pusat perbelanjaan, Carefour (ngga apa-apakan kalau sebut merk?). Lalu saya Tanya teman: “bagaimana nasib pasar tradisional disini sekarang?” (menunjuk sebuah pasar tradisional yang terletak 100 meter dari Carefour).
    Teman saya bilang: “udah ngga ada!”

    Dari contoh ini saja kita bisa melihat keberpihakan pemerintah kepada siapa? Rakyat? Atau Pengusaha Asing?

    (2) Beberapa hari yang lalu disebuah stasiun TV ada berita tentang anggaran BLSM yang sudah disyahkan. Lho pembahasan kenaikan BBM saja belum final, koq udah ngurus BLSM? Bukannya BLSM ada karena adanya kenaikan BBM?
    Sementara di stasiun TV lain, saya melihat Ketua Organda berbicara (seperti orang marah): Kami akan menaikan tarif angkutan umum karena subsidi yang dijanjikan pemerintah baru sebatas wacana.
    Menurut saya lebih vital subsidi transport ketimbang BLSM karena salah satu faktor kenaikan harga-harga adalah naiknya biaya angkut.

    Talk to myself: “Mungkin BLSM lebih bermanfaat buat kader-kader partai di daerah (Gubernur, Bupati, Walkot, Camat, dkk), semacam suntikan Jihad 2014.”

    Harapan saya, para aktivis di daerah bisa memantau aliran dana BLSM itu larinya kemana saja.

    (3) Menyimak perkembangan gerakan demonstran akhir-akhir ini, saya teringat teori gerakan sosial yang disampaikan Budiman Sudjatmiko di era awal reformasi, issue BBM sekarang mungkin merupakan the Rallying Point, yaitu: TITIK yang menimbulkan efek solidaritas ketika sekian banyak kepentingan bisa dipertemukan dan akhirnya membentuk basis pendukungnya (constituent formation).
    Lihat saja elemen-elemen demonstran: ada aktivis buruh, partai, ormas, ormawa extra-kampus, gabungan ormawa intra-kampus. Jadi sepertinya bukan masalah naik BBM nya, tapi tumpukan kekecewaan.

    Saya lagi galau juga, mohon koreksi bila ada kesalahan.

    • Dari contoh ini saja kita bisa melihat keberpihakan pemerintah kepada siapa? Rakyat? Atau Pengusaha Asing?

      ekspetasi yang selalu diharapkan tentu saja keuntungan, sebagai sesama engineer baik industrial maupun chemical engineering sama-sama diarahkan untuk mencapai keuntungan sebanyak-banyakanya dengan biaya proses seminimal mungkin, kalau industrial engineer di bidang manajemen, maka chemical di bidang proses.

      seandainya urusan negara ini soal mencari untung rugi saja, maka negara kita ini sebenarnya sudah hampir tidak layak disebut negara berbasis demokrasi dari rakyat untuk rakyat. mungkin kita ini sudah mengarah pada sistem liberal kapitalis. dimana ada untung yang banyak maka itulah yang akan dikejar. semua berbasis keuntungan.

      biasa,,,untuk dana kampanye yang disebut kang eris biaya jihad di tahun 2014.

      maka keberpihakan pemerintah pada pihak asing bukan hanya sekali dua kali terjadi. di daerah asal saya sekarang ini dalam 5 tahun terakhir sedang terjadi pembodohan massal kepada rakyat berbasis pertambangan. yang menandatangani kesepakatan di bidang pertambangan adalah pemerintah daerah yang cuma tau untung. dengan sedikit uang pelicin maka eksplorasi pembukaan lahan untuk tambang bisa berjalan dengan mulus. untung bagi pengambil kebijakan tapi kerugian besar bagi masyarakat sekitar.

      saya bertanya pada teman saya yang juga aktivis mahasiswa disana, apa yang diupayakan, apa yang dilakukan untuk mencegah lahirnya kontrak semacam itu, apalagi bila perusahaan asing yang masuk baru membuka tambang baru?. and, they just can do campaign, without result. dengan sitemnya yang belum stabil. efek terburuknya perusaka alam dan pencemaran lingkungan besar2an yang tidak disadari oleh masyarakat yang pendidikan tertingginya haya lulusan SMP.

      Beberapa hari yang lalu disebuah stasiun TV ada berita tentang anggaran BLSM yang sudah disyahkan. Lho pembahasan kenaikan BBM saja belum final, koq udah ngurus BLSM? Bukannya BLSM ada karena adanya kenaikan BBM?
      Sementara di stasiun TV lain, saya melihat Ketua Organda berbicara (seperti orang marah): Kami akan menaikan tarif angkutan umum karena subsidi yang dijanjikan pemerintah baru sebatas wacana.
      Menurut saya lebih vital subsidi transport ketimbang BLSM karena salah satu faktor kenaikan harga-harga adalah naiknya biaya angkut.

      karena pembahasan pasal dan point yang tidak jelas yag disampaikan ke masyarakat, efeknya salah kaprah. pemerintah kita tampaknya berhasil mengalihkan issue kebobrokan partai demokrat,partainya presiden kita. ke issue sensitif yang menyangkut kemaslahatan masyarakat secara nasional. kemudian meberi iming2 dan menambah cap miskin ke rakyat lewat BLSM. dan tidak disangka pergerakan anarkis dan besar2an cukup memantik persatuan diantara kita dalam berbagai bentuk penolakan.

      Apalah arti BLSM yang 150rb/bln atau 5rb/hari dengan 4 anggota keluarga maka satu orang hanya mendapatkan uang 1.250/hari #miris. tampaknya rakyat kita akan makan 2 gorengan saja tiap harinya selama sebulan.

      sejak dulu, bila mementingkan rasionalitas harusnya sarana transportasi umum yang dibenahi, dan membatasi atau mempersulit pengeluaran kendaraan baru cukup efektif. seperti yang dilakukan negara maju. orag2 di eropa berjalan kaki bukan karna tidak sanggup membeli kendaraan. tapi pengeluaran kendaraan baru disana memang sulit, maka diberikan sarana transportasi yang layak. tapi dengan kenaikan BBM penjualan kendaraan malah meningkat tajam. apa yang mau dihemat kalau begitu?.

      Harapan saya, para aktivis di daerah bisa memantau aliran dana BLSM itu larinya kemana saja.

      saya juga berharap demikian

      Lihat saja elemen-elemen demonstran: ada aktivis buruh, partai, ormas, ormawa extra-kampus, gabungan ormawa intra-kampus. Jadi sepertinya bukan masalah naik BBM nya, tapi tumpukan kekecewaan.

      saya sepaham soal eori tumpukan kekecewaan, apalagi dengan pemangkasan kekuasaan wapres yang sering tampil cuma presiden kita. eh, giliran tampil, curhat, galau, atau menanggapi issue yang berkaitan dengan partainya semata. permainan politik kita bukan menyelesaikan kasus yang ada tapi menutup kasus lama dengan kasus yang baru (pengalihan perhatian)

      saya juga sama galauny dengan kang eris. semoga kita bisa memberikan kontribusi terbaik di bidang kita🙂

      • “permainan politik kita bukan menyelesaikan kasus yang ada tapi menutup kasus lama dengan kasus yang baru (pengalihan perhatian)”

        kalau melihat elemen2 yg bergerak, sepertinya ada kepentingan demonstran untuk menyelamatkan sang alumni yg sedang diterpa kasus besar. Ketika kenaikan BBM 2005, saya melihat organisasi ini terkesan diam, sementara tahun ini mereka menggerakan kadernya di seluruh Indonesia, menggerakan seluruh kader di jalanan jelas bukan karakter mereka, kecuali tahun 1966.

      • kalau melihat elemen2 yg bergerak, sepertinya ada kepentingan demonstran untuk menyelamatkan sang alumni yg sedang diterpa kasus besar. Ketika kenaikan BBM 2005, saya melihat organisasi ini terkesan diam, sementara tahun ini mereka menggerakan kadernya di seluruh Indonesia, menggerakan seluruh kader di jalanan jelas bukan karakter mereka, kecuali tahun 1966.

        who’s them?.

    • sudah jarang yang mengingat untuk berkontribusi bagi petani. kita hanya mengambil manfaat.
      “menjadi sebiji jangung dirumah petani” harapannya bagi kami yang di ajar.

  3. Kenaikan BBM itu strategi politik SBY. Tahun ini dinaikkan dulu, tahun depan tepatnya setahun sebelum pemilu besin akan diturunkan untuk menipu rakyat..

  4. wah..rumahnya baru di cat ya sist..
    ——
    tri juga ngikuti sidang yang penuh kepalsuan menurut tri!
    pasang link ya sist😉

    • hehehe…ia sist…biar lebih cemungud gitu…🙂

      tri juga ngikuti sidang yang penuh kepalsuan menurut tri!

      saya juga kadang eneg sist liat wakil2 kita itu

      pasang link ya sist

      Oke deehhhhh😀

  5. Sy cuma pengen bukti dari konsep-konsep mereka yang dulu disaat kampanye masih sebatas teori🙂..walaupun terpaksa naik BBM, sy harap mereka bisa benar-benar membuktikan bahwa mereka berkeinginan mensejahterakan rakyatnya..gimana cara supaya rakyatnya yakin sama tujuan dan niat mereka yang katanya memikirkan rakyat.. yah sy harap🙂 #ngomong apa sih saya😀

  6. dewan yang terhormat… tapi lihat persidanganya kho jauh dari terhormat…

    keputusan yang di ambil juga sepertinya labil hehe… waduhhh…

      • asal hasil tani untuk diri sendiri, tapi kalau sudah diagensi ah nasib petani begitu2 juga🙂

        mari berkebun dek, petani kebun🙂

      • Inginlah aku berkebun bang.

        Rencana besarnya seperti Bob Sadino, punya kebun organik. Kwalitas sesuai standar pasaran ekspor. Bisa tembus pasar jepang tanaman dia. Hebat dia melihat peluang pasar.

        Lahan di kampung Ibuku masih luas, bisa kutanami macam2 Bang.

        Jadi kalau butuh apa atau lagi musim apa, tinggal petik dan panen.

        Atau punya kebun luas dibelakang rumah seperti rumah Indra Herlambang, menarik juga lah.

        Abang mau yang seperti apa kebunnya?.

  7. catatan pengamatan mahasiswa GALAU <—-😐

    sedang GALAU saja bisa menuliskan sebuah pengamatan ya mbak – kalau saya galau paling tidur saja saya malas pokoknya maunya gak ngapai ngapain hebat lah

    saya juga mau ikutan GALAU ah biar bisa nulis catatan pengamatan hehehe d(^o^")

  8. jadi gerah lihat dewan. kalau kita dengar semua orang bisa-bisa kita bingungs sendiri karena bisa-bisa mereka saling beda pendapat. nggak ada yang sepakat. makanya politik itu nggak bisa hitam atau putih. dia selalu abu-abu.

  9. BBM ga jadi naik…
    harga sembako sudah terlanjur naik, malah ga turun2 mb…
    emak2 yg repot nich..

  10. hmhm, berbicara tentang BBM, ah saya pikir penjabaran di atas sudah lebih kompatibel daripada komentar yang nyeleneh dari saya.
    tapi saya pikir, berkoar2 tentang pembangunan yang terlalu berat ke barat perlu digaungkan lebih besar, lebih sering, lebih panas lagi.
    haha..
    *sambil berpikir gimana caranya bisa berdiri menjadi negara sendiri… asiiiikkk. hidup papua merdeka! hidup gam!

    • jadi kawanmu ini perlu jadi provokator selayaknya presenter gosip. #hehehe

      Maju Indonesia Timur…eh GAM itu Gerakan Aceh Merdeka….kalau di Papua OPM namanya Gus.

  11. Catatan Pengamatan Mahasiswa Galau🙂

    GALAU lah bila lingkungan sekitarmu kotor!
    GALAU lah ketika sampah berserakan!
    GALAU lah bila melihat orang buang sampah sembarangan!
    GALAU lah saat sungai penuh sampah dan tercemar limbah!
    Tp jangan hanya GALAU,, iringi dengan tindakan nyata untuk menyelamatkan bumi tercinta ..

  12. Penyesuaian harga bahan bakar pasti berat untuk masyaaat. Kita berharap itu juga menadi pelajaran berharga Republik ini agar lebih fokus pembangunan sarana transportasi publik.
    Semoga pemerintah kita akan insyaf🙂

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s