Perilaku Hijau Itu Kewajiban, Bukan Sekedar Resolusi

Catatan Pengamatan Mahasiswa Galau :-)

GALAU lah bila lingkungan sekitarmu kotor!

GALAU lah ketika sampah berserakan!

GALAU lah bila melihat orang buang sampah sembarangan!

GALAU lah saat sungai penuh sampah dan tercemar limbah!

Tp jangan hanya GALAU,, iringi dengan tindakan nyata untuk menyelamatkan bumi tercinta ..

Hijau Bumiku

Kalimat pertama di atas adalah judul postingan mengenai kegalauan saya atas BBM. Kemudian dikomentari oleh Hendry, rekan sesama blogger  seperti kutipan di atas.

Daripada hanya dibalas dan ‘end’ saya ingin berbagi sedikit pemahaman saya mengenai dedikasi untuk bumi. Pemahaman untuk menjaga kebersihan, sebenarnya telah kita dapatkan dari rumah. Kebersihan itu bisa menyentuh banyak aspek. Spesifiknya saya akan membahas kebersihan yang menyangkut dengan bumi pada tulisan ini.

Ada pesan Ibu saya yang selalu saya ingat dalam tiap kesempatan

Orang yang mengaku modern dan berpendidikan tidak akan membuang sampah sembarangan, mengaku modern berarti harus bersikap terdidik. Dalam agama kebersihan diajarkan. Dalam hidup diterapkan secara luas.

Itulah yang membuat saya membuang sampah saya didalam tas saya sampai menemukan tempat sampah sejak dulu, perilaku hijau itu bisa jadi kebiasaan asal kita mau. Sebenarnya menjaga kebersihan, hemat air, hemat listrik. Menurut saya bukan resolusi untuk bumi. Itu sih memang sudah kewajiban kita.  Sejak SD juga sudah diajarkan. Resolusinya dimana?. Masa kalah sama anak SD jaman sekarang yang lebih melek perilaku hijau.

Seringkali saya tekankan dalam beberapa tulisan saya bahwa perusakan bumi itu tidak bisa dihindari. Dalam spesifikasi keilmuan saya, kami diajarkan untuk mendesain pabrik dengan bahan baku murah untuk mencapai keuntungan maksimum. basisnya selalu ekonomi, rupiah yang bisa diraup. Soal bumi yang semakin rusak bukan menjadi pertimbangan yang utama ‘dulu’. Limbah, ekplorasi lahan untuk tambang, atau penebangan hutan untuk lahan baru sudah menjadi resiko pengembangan Industri.

Tapi kini semakin majunya teknologi, maka yang semakin digalakkan adalah program ‘teknologi produksi bersih’. Dedikasi untuk bumi yang didesain untuk aliran proses industri yang bertujuan meminimalisasi jumlah keluaran limbah, pengolahan limbah, atau bahan baku dan proses yang ramah lingkungan. Sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui. Penerapan teknologi bersih juga menambah nilai jual produk, lewat logo penghargaan atas dedikasi pada lingkungan yang tertera di produk.

Pernah dengar mengenai berita ini

Negara maju memberikan dana bantuan kepada berkembang untuk program penanaman pohon. Bantuan negara-negara maju itu adalah untuk melawan perubahan iklim, mengurangi emisi di sektor industri, termasuk polusi akibat lalu lintas, pertanian dan lingkungan. Perubahan iklim itu terjadi misalnya timbul hujan es, adanya pembakaran hutan dan lainnya, sehingga perlu dilakukan berbagai upaya antara lain dengan penanaman pohon atau penghijauan serta menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Sebagai upaya untuk melawan perubahan iklim atau perubahan cuaca akibat pembangunan itu, bantuan dana dari negara-negara maju untuk negara sedang berkembang tersebut diharuskan digunakan biaya menanam pohon penghijauan. (sumber)

Pernah mendengar teori seperti ini

Hukum kedua termodinamika mengatakan bahwa aliran kalor memiliki arah; dengan kata lain, tidak semua proses di alam semesta adalah reversibel (dapat dibalikkan arahnya). Sebagai contoh jika seekor beruang kutub tertidur di atas salju, maka salju dibawah tubuh nya akan mencair karena kalor dari tubuh beruang tersebut. Akan tetapi beruang tersebut tidak dapat mengambil kalor dari salju tersebut untuk menghangatkan tubuhnya. Dengan demikian, aliran energi kalor memiliki arah, yaitu dari panas ke dingin. (sumber)

Aliran energi kalor memiliki arah, yaitu dari panas ke dingin. Jadi, pernah dalam suatu waktu saya bertanya mengenai hal ini ke pembicara seminar yang saya ikuti (bertemakan ‘Go Green’). Dengan pendanaan dari pihak asing untuk penanaman pohon, membuat suhu udara di sekitar kita menjadi lebih sejuk dengan kata lain lebih rendah. Sementara negara maju yang menggenjot Industrialisasi dalam skala besar beriklim panas. Berdasarkan hukum Thermodinamika, maka perpindahan kalor atau panas pasti terjadi. Bukankah program penanaman pohon ini seakan-akan pembodohan?. Karna kita yang menanam pohon, kita juga yang merasakan panas. Bukan mereka yang menanam pohon, tapi suhu lingkungannya ikut stabil karna bantuan kita.

Jadi bantuan itu bukan cuma-cuma. Kita juga membantu mereka. Dengan kata lain negara mereka semakin maju dengan Industrialisasi besar-besaran, sementara kita yang menanam pohon tetap sebagai ‘negara berkembang’ saja. Tidak maju secara ekonomi. Jadi dibalik kasus korupsi kita yang merajalela, sisi baiknya kita bersedekah untuk bumi lewat pohon.

Pembahasan mengenai global warming sering disuarakan. Ada yang menganggap ini fakta, ada juga yang menganggap ini kepalsuan. “Glabal warming is it a fact or fake”, masih jadi misteri. Ada peneliti yang beranggapan bahwa global warming hanya merupakan isu yang dibesar-besarkan oleh media. Pada tahun 2000 U.S. National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA) memberikan paparan mengenai peningkatan temperatur bumi. Dimana, dalam rentan waktu 50 tahun, bumi hanya mengalami peningkatan suhu sebesar 0,2deg C. Fakta ini berbeda dari kampanye yang disuarakan di bebagai media ataupun kampanye. Dimana, dikatakan bahwa suhu bumi meningkat 0,5deg C tiap 10 tahun.

Penelitian lain di benua Artik memberikan hasil yang mengejutkan. Saat bagian barat benua Artik meleleh pada waktu yang sama disertai pembekuan di bagian timur. Dimana hukum equilibrium berlaku. Jumlah es yang mencair sama dengan jumlah es yang membeku.

Penyebab global warming juga dianggap sebagai isu konspirasi. Dimana aktivitas manusia, emisi gas CO kendaraan, pengunaan refrigeran, penebangan pohon untuk industri kertas, atau penggunaan AC-lah yang memicu efek rumah kaca. Padahal belum ada penelitian resmi mengenai penyebab global warming.

Pertanyaan menjadi berubah, mengapa media memberikan informasi yang menakuti masyarakat mengenai global warming?.  Atau ini hanya isu politik dari negara maju untuk meraup sebesar-besarnya keuntungan dengan memanfaatkan negara berkembang sebagai pihak yang menyeimbangkan bumi?.

Lalu, dimana saya harus menempatkan sudut pandang sebagai manusia?. Pertanyaan yang saya ajukan untuk diri saya pribadi. Bagi saya pribadi menjaga kebersihan itu adalah tanggung jawab pribadi pada diri saya sendiri, menjaga alam adalah bagian dari tugas manusia sebagai khalifah, rasa saling sayang menyanyangi tidak hanya perlu dihadirkan diantara manusia dan manusia semata. Tapi juga dengan hewan, tumbuhan, seisi alam raya.

Alam adalah guru kita, tempat kita belajar dan merefleksikan diri. Berlindung dibalik hening kicau burung, meliat padang hijau nan indah dibawah kuningnya sinar mentari, menghirup udara segar. Kemudian mulai mengagumi ke-Maha besaran Tuhan.

Terlepas dari adanya konspirasi mengenai isu global warming yang utama adalah menjaga hubungan sinergis antara bumi dan manusia. Dimanapun kita berpijak, kita seharusnya sadar, bahwa bukan besar kecilnya kontribusi yang harus diberikan, tapi kontinuitasnya. Semakin banyak yang berkontribusi, semakin banyak manfaatnya. Bila direnungkan, perilaku hijau mampu mendatangkan keuntungan ekonomi.

Di kampus saya dalam kurang lebih 3 tahun terakhir selalu digalakkan program penanaman seribu pohon di beberapa lokasi, penanaman pohon bakau oleh organisasi kampus yang berfokus untuk menanggulangi rop di daerah Jawa Tengah. Sayang, setelah penanaman, tidak ada pengontrolan. Bahkan banyak dari pohon tersebut yang akhirnya mati. Jadi, jangan hanya berfikir harus menanam pohon dulu baru bisa berdedikasi untuk bumi.

Apapun tindakan yang kamu lakukan untuk bumi, bukan hanya karna resolusi hidup, bukan hanya ikut-ikutan. Tapi memang sudah kewajiban mu sebagai manusia. Kalau mau hidup tenang berpijak di atas bumi, mari kita jaga bumi.

Referensi Pendukung

Majalah Kinetika Edisi  XXXIX

Semoga Bermanfaat :-)

17 thoughts on “Perilaku Hijau Itu Kewajiban, Bukan Sekedar Resolusi

  1. saya resah jika ada cewek cantik atau cowok ganteng buang sampah sembarang, walau tdk bisa bertegur di jalan setidaknya kita bisa merespon lewat mimik muka🙂

  2. LOVE OUR MOTHER SISTA…Ibu juara 1 sedunia….harusnya Ibu kami Nyonya Subaedah membaca ini…hahaha
    semangad berkontribusi…semangad chemical engineering…

  3. sepatuuu /sepakat dan setuju/ cit, tentang buang sampah dalam tas sudah kulakukan (dengan kiki dan didul, hm dua makhluk tak berdosa itu) sejak lama *senyum lebar…

    • but,,,it’s really happening kawan.

      naked science. #asikkk

      postingan selanjutnya saya mau bahas tentang garam. nanti ikutan baca nah.

      soal global warming, begitulah ia.
      antara fact dan fake.

  4. Setelah kita semua tahu dan mengerti apa itu hari bumi hendaklah kita bisa melakukan kegiatan peringata tersebut dengan lebih mementingkan esensi dan manfaat hari bumi itu terutama terhadap kelestarian lingkungan

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s