Ditulis Saat Gulita

 

Ditulis saat gulita, saat hanya ada pelita kecil menemani

Pelita dari depan wajahku yang bersisa 14% sebelum mati

Diluar ada banyak suara gaduh

Ada yang takut gelap, ada yang tidak bisa tidur, ada juga yang kerokan

Tapi aku memilih sendiri menghabiskan waktu sampai tak ada cahaya dari pelitaku

 

 

Ingin menulis rekristalisasi, atau air elastis, atau konspirasi peak oil

Apa daya sedang tak ada daya

Kangen menulis, kubuat cerita singkat sebelum gulita

Dibuat dalam gulita, penghilang penat sebelum menghilang

 

 

Aku merapat ke peraduan

Menutup mata menghadap gulita

Saat bunyi pelitaku berdentum

Saatnya mengakhiri pergerakan tangan untuk kemudian tenang dalam gulita

 

 

Kost laras 12, 7/4/12 (21.06)

Iklan

34 pemikiran pada “Ditulis Saat Gulita

  1. setiap tulisan pasti mengandung makna tersendiri oleh para pembaca dan sang penulis juga punya tujuan tersendiri, makna yang saya ambil dari tulisan ini adalah tentang kesempatan mumpung masih ada cahaya, dan kerja keras di saat yang lain ada yang tidur dan kabur dia masih mencoba untuk mengambil kesempatan yang ada πŸ™‚
    itu makna yang saya ambil πŸ™‚
    karena ketika gelap pa yang bisa dilakukan selain kerja keras yang beramat sangat tapi, walau RA kartini bilang habis gelap terbitlah terang tapi di sini mumpung gelapnya belum datang πŸ™‚

    • Hehehe…Terimakasih Ardi. udah jadi yang pertama mengomentari tulisanku.
      Mumpung gelap mending nulis dulu.
      Sekecil apapun kesempatan yang ada harus dimaksimalkan.
      n_____n

  2. hehee kalo aku 25 % aja duah sudah dalam gelap dan gulita hilang cahaya dan akupun terlena dan menyerap dalam tidur di kegelapan tak ada sisa lagi nyawa untuk cahaya yang selalu menemani ku dalam setiap waktu terangku

    dan saat gulita datang aku pun mengucap syukur dan ia membawaku dalam dunia lelap dalam hari ku terima kasih gulita karenamu aku melupakan hal yang mampu membuatku berlama lama dalamnya terima kasih gulita karenamu aku bisa bertemu cahaya di esok hari

    dalam gulita juga aku merangkai mimpi yang tak bisa kuraih dalam alam nyataku, dalam gulita juga ku bertemu sahabat sahabatku, dalam gulitaku juga aku bisa meraih melihat jalan cahaya untuk ku

    dan akhirnya aku berdoa dalam lelapku agar ALLAH SWT masih memberiku kesempatan melihat cahaya di depan Ku membimbingku kesana dengan Caranya untuk ku di Dunia

    Amin

    #gak nyambung pasti hehee ;D

  3. Ditulis saat gulita, saat hanya ada pelita kecil menemani

    Pelita dari depan wajahku yang bersisa 14% sebelum mati

    Ini maksudnya wajah si eneng bercahaya ya? -_-a

    • Saya udah baca tulisannya soal DI. secara pribadi mnrt saya ini bagian dr politik pencitraan. terlepas dr jabaran tulisan di atas. soal freemason saya ga mau mengomentari.
      Soal penjualan aset BUMN, kalau dirasa memang perlu asal penjualan sesuai dgn harga pasar dunia menurut sy ga masalah.
      masih mending DI daripada Megawati. Presiden yg menjual aset negara dgn harga yg ga karuan. skrg partainya ngomong gembar gembor belain rakyat.

  4. ku mengira adik menulis dalam gelap gulita, tanpa ditemani cahaya, tanpa ditemani layar kaca dan ternyata kegulitaan hanyalah sementara πŸ™‚

    salam super selalu (3s) πŸ˜€

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s