mari bergerak, mari berbuat, saling berbagi inspirasi

hmmmm….

dimalam yang sunyi di kostan saya karna anak2 kostan rata2 udah pada mudik dan bobo jam segini, saya mendadak kangen nulis. padahal awalnya mata udah merem melek.

tapi tetep aja… ‘kangeeennnn’

lama banget tulisan di rumah saya ini ga keisi.

apa kabar kawan2 semua?. udah lama saya ga walking, paling sesekali membaca tulisan kawan2 terus pergi tanpa meninggalkan jejak.

saya ga mau cerita soal yang berat2 malam ini. hanya ingin berbagi cerita aja. moga2 bermanfaat bagi yang baca.

hari ini saya banyak meluangkan waktu untuk mengurus kelengkapan berkunjung ke panti esok hari. sebelum bulan ramadhan bersama teman2 ingin berbagi alat tulis.

bukan ingin pamer amal, tapi ingin berbagi inspirasi.

sebenarnya berbagi itu ya ga harus deket2 ramadhan atau mepet2 ramadhan. alhamdulillah ada dananya saat ini jadi segera saja di realisasikan. kebetulan tempat yang akan dikunjungi agak jauh dari kostan. jadi hemat saya lebih nyaman dikunjungi sebelum puasa.

panti yang akan kami kunjungi esok hari bersebelahan persis dengan krematorium, untuk menempuh tempat tersebut harus melewati kompleks perkuburan cina. bahkan depan panti persis masih merupakan lanjutan kompleks perkuburan.

saya mengenal panti ini dari adik saya, adik saya mengenal panti ini dari rekan sesama penggiat kegiatan sosial.

dulu kondisi panti ini sangat memprihatinkan. masjid sebagai panti sekaligus tempat tinggal, minim bantuan, tidur beralaskan kardus, kardus sebagai lemari, dan tidak punya toilet. anak yang tinggal di panti ini 15 orang. bukan tanpa alasan penghuninya minim, tapi ‘bapak’ pengasuh panti ini sudah cukup sepuh untuk mengurus semua anak-anak, apalagi dengan biaya minim.

tapi alhamdulillah sekarang lebih baik. ada bantuan, jadi anak-anak dan ‘bapak’ tidak perlu tidur di masjid lagi. hanya saja bangunan kamar masih dalam tahap renovasi.

saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk belajar dengan ikut mengenal anak-anak di panti ini. jarak antara jalan utama ke panti cukup jauh. jangankan jarak utama, jarak antara rumah lain dan panti ini pun cukup jauh. tiap kali akan ke rumah yang lain harus melewati kompleks perkuburan. anak-anak yag tinggal di panti ini rata-rata masih bersekolah di SD, dua orang duduk di bangku SMP, dan satu orang duduk di bangku SMK. dominan, anak-anak disini berjenis kelamin laki-laki, perempuan hanya ada tiga orang anak saja.

saat akan berangkat ke sekolah harus menempuh jarak yang jauh. perjuangan yang tidak mudah untuk hidup dan bersekolah.

melalui cerita ini saya tidak ingin mendulang keprihatinan, tapi ingin berbagi kepekaan. bukan sekedar simpati tapi empati untuk berbagi.

kadangkala kita berfikir terlalu besar untuk memulai sesuatu. padahal ketika memulai bahkan dari hal yang kecil setapak demi setapak kita telah menempuh pergerakan yang besar.

saat ini saya terlibat dalam program hibah buku. saya berfikir orang-orang dalam program ini orang-orang yang hebat. menjadi motor penggerak untuk pergerakan massa untuk bergerak bersama saling bantu, saling menyokong, saling mendukung untuk memajukan pendidikan lewat buku untuk sekolah-sekolah diluar pulau jawa.

sebenarnya pergerakan seperti ini tidak harus menunggu ada yang memulai barulah kita ikut memulai. sebaik-baiknya kita memberi manfaat bagi orang yang jauh, mari melirik orang-orang disekitar kita terlebih dahulu.

atas dasar ini, setelah bertukar pendapat dengan seorang sahabat maka kami memulai. saya menyarankan untuk kami memulai dari panti yang saya rekomendasikan tersebut. yang membuat saya kaget adalah, budget yang kami miliki tergolong minim, Rp. 300.000 tapi cukup untuk membeli 15 pack buku tulis, (3×70 lembar) sampul buku, 15 buah mistar, 3 pack pulpen, 1 pack pensil, 15 buah kotak pensil, 10 ounce camilan, dan 5 renteng minuman sachet.

sekali lagi tidak ada maksud diri saya untuk pamer. tapi coba kita bayangkan. kalau kita sering ngumpul bersama teman2. paling tidak sebulan sekali, kemudian menyisihkan sedikit uang jajan. maka tiap 3 bulan kita bisa membantu orang-orang disekitar kita. dalam bentuk ril, baik berupa uang ataupun barang. atau disumbangkan bagi organisasi penggiat kegiatan sosial.

kalau korean wave bisa merebak begitu cepat, dari korea sampai akhirnya tiba di indonesia. mengapa tidak kita memulai mewabahkan empati secara nyata?. mari kita sebut dengan empati wave.

okelah dalam era demokrasi ini kita punya banyak wakil yang harusnya mendengar aspirasi rakyat. tapi juga bukan rahasia umum kalau rakyat masa kini kenyang janji atau apatis terhadap janji.

jadi salah satu solusi dengan segera memulai pergerakan sendiri, awalnya kecil, dimulai dari lingkungan sendiri, lingkungan sekitar. tapi siapa yang tau dari hal yang kecil ini kita bisa menebar inspirasi dan manfaat jangka panjang.

bila tidak bisa menyumbang materi, mari menebar kemampuan. ikut aktif dalam kegiatan sosial tidak harus bermodalkan materi. yang utama adalah komitmen. karena kerja sosial itu adalah komitmen. bagi mahasiswa bisa mengajar anak panti, anak jalanan, tetangga, adik, lansia, atau siapapun juga.

memulai… selalu itu yang sulit. langkah pertama pasti selalu berat. tapi kalau tidak melangkah, maka kita akan jadi bagian dari ketertinggalan. kalau Indonesia ini bisa maju, kenapa tidak kita mulai bersama dari giat-nya lagkah kecil kita.

tidak perlu mengikut atau dimotori untuk bergerak, sesekali bermimpilah untuk menjadi motor penggerak.

salam sayang penuh cinta untuk kawan-kawan semua.

mari bergerak, mari berbuat, saling berbagi inspirasi…

semarang, kost laras 12, 18/07/12 (00.44)

5 thoughts on “mari bergerak, mari berbuat, saling berbagi inspirasi

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s