The Expendables 2 (Review Film)

Sore tadi saya menonton film ‘The Expendables 2’. Film action yang bertabur bintang action. Ada yang tua, ada pula yang muda. Menonton film ini kembali membuka memori mengingat film ‘The Avengers’ yang bertabur bintang superhero milik marvel.

The Expendables 2 merupakan sekuel kedua. Sekuel pertama film ini dirilis pada tahun 2010. Masih seperti The Expendables sebelumnya, film ini masih diramaikan para aktor action yang pastinya sudah tidak asing lagi bagi pecinta film action. Seperti Sylvester Stallone, Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundregren, Terry Crews, Bruce Wills dan Arnold Schwarzenegger. Tetapi ada beberapa bintang aksi papan atas tambahan lainnya, seperti Chuck Norris, Liam Hemsworth, Yu Nan, dan Jean Claude Van Damme.

The Expendables 2 adalah film action Amerika yang disutradarai oleh Simon West dan ditulis oleh Richard wenk dan Sylvester Stallone, berdasarkan cerita oleh Ken Kaufman, David Agosto dan wenk. Dalam film ini Jean Claude Van Damme yang biasanya memerankan tokoh pahlawan dalam tiap film action yang dibintangi kali ini memerankan peran antagonis sebagai Jean Vilain.

Film ini mengikuti kelompok tentara bayaran The Expendables yang beranggotakan (Sylvester Stallone, Jason Statham, Jet Li, Dolph Lundregren, Liam Hemsworth, Yu Nan, dan Terry Crews) saat mereka melaksanakan misi yang tampaknya sederhana yang berkembang menjadi sebuah pencarian untuk membalas dendam terhadap Jean Vilain, tentara bayaran saingan yang telah membunuh salah satu dari anggota kelompok mereka, dan mengancam dunia dengan senjata mematikan.

Plot

The Expendables dikerahkan ke Nepal untuk menyelamatkan seorang pengusaha Cina. Tim ini terdiri dari pemimpin Barney Ross (Sylvester Stallone), spesialis pisau Lee Christmas (Jason Statham), spesialis bela diri  Yin Yang (Jet Li), Hale Caesar spesialis senjata (Terry Crews), pakar penghancur Jalan Tol (Randy Couture), anggota yang tidak stabil Gunner Jensen (Dolph Lundgren), dan spesialis penembak Billy the Kid (Liam Hemsworth), anggota kelompok termuda dan terbaru. Para tentara bayaran di awal aksi menyelamatkan pengusaha dan tentara bayaran yang tertangkap yang bernama Trench (Arnold Schwarzenegger), saingan Ross. Dalam aksi opening yang luar biasa di awal film. Yang menunjukkan solidnya aksi dan betapa brutalnya mereka dalam aksi penyelamatan ini. Pengusaha cina pun berhasil diselamatkan dengan sengit. Yang (Jet Li) menyertai pengusaha dalam kepulangannya ke China, lewat parasut dan terjun langsung dari atas pesawat.

Setelah kembali ke Amerika Serikat, Billy mengatakan kepada Ross bahwa ia ingin pensiun pada akhir bulan kemudian ke Prancis untuk bersama pacarnya Sophia. Ross memahami dan menghormati keputusan Billy. Kemudian, Ross dipaksa untuk menerima misi dari agen CIA Mr Church (Bruce Willis) untuk mengambil sebuah item dari di sebuah pesawat yang ditembak jatuh di Albania. Church mengirimkan teknisi ahli Maggie (Yu Nan) sebagai pemecah kode kotak yang ada di dalam pesawat.

Di Albania, tim berhasil mengambil kotak hitam tersebut tetapi kemudian dihadapkan oleh Jean Vilain (Jean-Claude Van Damme), dan kelompok tentara bayaran nya yang disebut ‘Sangs’, yang menangkap Billy sebagai sandra saat berjaga, dimana saat itu anggota kelompok yang lain sibuk memecah kode. Vilain menuntut Expendables untuk menjatuhkan senjata dan melakukan barter kotak hitam tersebut dengan nyawa Billy. Tim menyerahkan kotak hitam untuk menyelamatkan nyawa Billy, tapi Vilain ingkar janji dan menusuk Billy dengan pisau yang menembus jantung Billy yang kemudian pergi bersama Sangs dengan helikopter. Saat detik-detik terakhir, Ross sempat mengangkat tubuh Billy kemudian Billy meminta Ross untuk mengambil sepucuk surat yang ditujukannya untuk Sophia pacarnya. Tim mengubur rekan mereka, kemuadian bersumpah membalas dendam pada Vilain.

Maggie memberitahu tim bahwa kotak hitam tersebut adalah sebuah komputer yang berisi cetak biru ke lokasi lima ton plutonium ditinggalkan di tambang oleh Uni Soviet setelah Perang Dingin. Vilain dan tangan kanan nya Hector (Scott Adkins) berniat untuk mengambil plutonium dan menjualnya. The Expendables mampu melacak sinyal sebagian komputer cetak biru untuk mengikuti Vilain. Sisanya Tim bermalam di sebuah pangkalan militer Rusia yang telah ditinggalkan penghuninya. Keesokan harinya, tim akan disergap oleh Sangs dan tanknya. Setelah Expendables kehabisan amunisi, mereka diselamatkan oleh Booker (Chuck Norris), teman lama Ross ‘yang dengan cepat melenyapkan Sangs dan tangknya. Sebelum Ross berangkat, Booker menginformasikan kelompok dari desa terdekat yang penghuninya menentang Vilain. Sementara Hector dan Vilain menemukan plutonium dan mulai mengangkutnya.

Sesampainya di desa, para Expendables menemukan beberapa warga perempuan bersenjata yang menjaga anak-anak mereka dari pasukan Vilain ini: penduduk desa setempat ‘yang diambil oleh pasukan Vilain dan dipekerjakan di tambang sebagai budak, tidak pernah kembali. Para wanita memohon untuk bantuan Expendables . Sangs tiba untuk mengumpulkan lebih banyak warga desa, tetapi mereka disergap oleh Expendables dan dibunuh.

Setelah menemukan Vilain dan tambang plutonium, tim menyerangan area dengan pesawat mereka sebelum sengaja menabrak tambang itu sendiri. Tim berhasil menyelamatkan penduduk desa yang diperbudak dari eksekusi, tapi Vilain dan Hector melarikan diri dengan plutonium. Vilain dari jarak jauh meledakkan bahan peledak di tambang, menyebabkan pintu keluar tambang runtuh dan menjebak Expendables bersama warga desa.

Trench dan Church pun tiba di lokasi gua kemudian membebaskan Expendables dan warga desa. Pasangan ini kemudian bergabung dengan Expendables untuk mengejar Vilain. Tim ini mencegat Vilain dan anak buahnya di bandara saat ia bersiap untuk meninggalkan albania dengan pesawat. Booker,  kemudian bergabung lagi dengan Expendables, Trench dan Church juga terlibat dalam pertempuran melawan Sangs . Christmas berhasil memenggal Hector dengan baling-baling pesawat. Sementara di tempat lain Ross dan melawan Vilain, pada akhirnya Ross menusuk Vilain dan melakukan pembalasan untuk Billy.

Church, Maggie, Booker, dan Trench akhirnya meninggalkan Tim, dan Church menyisakan pesawat Soviet kuno ke Ross. Di Perancis, Sophia (Nikolette Noel) menemukan sebuah kotak yang berisi sejumlah besar uang dan surat Billy di depan pintu nya. Di akhir film Expendables yang saat itu berada di pesawat untuk pulang, bersulang untuk menghormati Billy.

Sepanjang film ini menghadirkan ketegangan yang apik. dari awal hingga akhir, namun dengan sentuhan yang tidak berlebihan. semua dalam takaran yang pas. menghadirkan kisah persahabatan, penyelamatan, percintaan, komedi, dan tentu saja aksi tembak menembak yang seru sepanjang film. pesan yang ditangkap dalam film ini pun jelas.

Aksi pembalsan dendam untuk seorang sahabat, anggota Tim yang meninggal. Bahwa dalam sebuah Tim pembunuh, solidaritas tetap menjadi junjungan mereka di atas keuntungan materi.

Film ini sangat saya rekomendasikan bagi pecinta film action. Bertabur bintang, berhambur materi, untuk sebuah karya yang apik. Memanjakan mata para pecinta film action.

Selamat menonton di bioskop kesayangan anda.

Semoga review ini bermanfaat bagi action movie mania.

Semarang, Kost Laras yang mulai rame.

sumber referensi tambahan

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Expendables_2

11 thoughts on “The Expendables 2 (Review Film)

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s