Selamat datang November (Kilas Balik)

Tidak terasa, hampir sebulan sejak postingan terakhir belum ada postingan baru lagi di blog ini. Rasa kangen menulis kembali melanda. Setelah melewati banyak hal dalam hampir sebulan terakhir. Hari ini kembali menyapa kawan-kawan blogger semua.

Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk mas MF Abdullah atas hadiah tali asihnya. Berupa sebuah rok batik berwarna kuning yang cantik.

Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk hidup dan kembali belajar untuk menata hidup lebih baik kedepannya. November tahun ini spesial bagi saya pribadi. Membawa saya ke sebuah memori di tahun lalu. Memori yang juga tercatatkan dalam kepingan tulisan yang telah termuat dalam blog saya ini.

Itulah mengapa judul postingan saya kali ini mengenai kilas balik. Kilas balik yang mengubah perjalanan hidup saya setahun terakhir. November tahun lalu untuk pertama kalinya saya paham mengapa kepala saya sering sakit atau badan saya sering terasa tidak nyaman. Pertama kalinya saya tahu kalau saya hidup bersama spasmofilia. Bukan di bulan november pertama kalinya ada di diri saya, tapi baru saja terdefinisi di bulan itu setelah satu setengah tahun yang panjang tanpa kejelasan masa sebelumnya.

Kini dua setengah tahun saya merasakan bagaimana hidup dengan penuh pemahaman bahwa hidup bukan anugerah yang bisa kita perlakukan semena-mena yang kita jalani semau kita. Bersikap semena-mena dengan badan kita. Mensyukuri hadirnya orang-orang di sekitar kita. Hikmahnya pembelajaran.

Entah mengapa di awal postingan saya di bulan November ini saya merasa perlu berterimakasih dan merenung kembali, membuka lembaran masa lalu setahun terakhir. Mengenang orang-orang spesial yang menambah warna di perjalanan hidup saya yang sempat terasa hitam putih atau abu-abu semata.

Setelah ucapan terimakasih untuk mas MF Abdullah, ucapan terimakasih berikutnya saya tujukan untuk kawan-kawan blog yang telah mendampingi perjalanan saya di setahun terakhir ini dalam ranah blog yang penuh pembelajaran tentunya. kawan-kawan yang tidak saya sebutkan namanya satu per satu tapi selalu melekat dan hadir silih berganti dalam perjalanan hidupnya blog ini.

Berikutnya untuk adik saya Kety Taslim, atas pengertiannya untuk memahami saya dan ego pribadi saya yang dalam perjalanan ini selalu naik turun. Teman hidup dan berbagi saya di Semarang.

Untuk Ibunda tercinta yang karena doanya yang tulus untuk anaknya yang pembangkang ini tertunduk untuk belajar lebih dalam untuk menekan ego.

Untuk rekan penelitian saya Agustina Leokristi Rosotawati (Rosi) yang telah mencoba memahami saya yang tidak bisa selalu datang tepat waktu, tidak bisa selalu hadir di kampus, kesabaran untuk menanti saya lebih sehat untuk kemudian melanjutkan tugas akhir bersama.

Untuk adik-adik di panti SOS tempat saya berinteraksi dalam proses belajar mengajar. Kalian memberikan semangat hidup baru bagiku. Pembangkit semangat pertama kali saat rasa ‘merasa tidak berguna’ melanda.

Untuk kesempatan menjadi volunteer di program hibah buku dan arisan buku blogger yang mengenalkan saya pada orang-orang hebat. Dipersatukan oleh semangat berbagi.

Untuk Dokter yang menjadi pengarah saya untuk hidup lebih baik, kawan-kawan yang juga hidup dengan spasmofilia dengan kuat. Dimanapun kalian berada tetaplah kuat, ala bisa karna biasa.

Untuk kesempatan membaca buku-buku dari berbagai genre, belajar merajut, menembak, berenang, bermain gitar sambil bernyanyi dengan suara pas-pasan, memasak, fotografi, bersosialisasi.  Terimakasih atas dukungan teman-teman yang mau bertukar buku atau meminjamkan buku bacaannya kepada saya. dukungan Rosi dalam merajut, dukungan Mas Abdul dalam menembak, dukungan Widya dalam berenang, dukungan Beni dalam bermain gitar dan bernyanyi, dukungan Adik saya dalam memasak, otodidak dalam belajar fotografi, dukungan Adi untuk sosialisasi. Dan yang paling utama masih diberikan kesempatan untuk kembali berdiri setelah mental jatuh berkali-kali oleh Tuhan.

Tanpa ditempa ujian, saya tidak akan memiliki banyak waktu luang untuk dimanfaatkan secara lebih baik. Inilah tantangan yang harus saya lewati. Tanpa ujian saya tidak akan berusaha mencari makna ujian menjadi hadiah untuk terus dilalui tiap hari, seakan-akan ujian baru terjadi hari itu.

Terimakasih ya Allah atas anugerah hidup genap 23 tahun di 11 oktober 2012 yang luar biasa.

Terimakasih semua….

Semarang

ditulis bersama alunan lagu low – coldplay

5 thoughts on “Selamat datang November (Kilas Balik)

  1. Terharu ane baca postingan penuh rasa syukur ini. Semangat mba citra! Hidup teratur, saran ane jangan banyak pikiran ya mba, karena kalo ga salah beban psikis yg berlebihan juga dapat memicu spasmofilia, apalagi mba udah kena, tapi optimis ya mba, setiap penyakit ada obatnya (bukan ceramah nih, hehehe, ane juga ngerasain ko beratnya kena penyakit yg berhubungan dengan sistem syaraf karena beberapa bulan lalu ane kena vertigo, bed rest nyampe 4 bulan, eh, walah ko ini jadi curhat ya? Hahaha). Yang penting semangka! Cumungudh kakaks!😀

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s