Garam Rendah Natrium

Assalamu alaikum

Selamat pagi dunia wordpress. =)

Karena mata masih kuat melek, kepikiran mau buat postingan lagi. Kali ini mau bahas soal garam rendah Na (Natrium) atau low sodium salt. Pernah dengar atau melihat produk garam untuk pasien hipertensi atau untuk diet?. Beberapa waktu yang lalu saat belanja untuk keperluan bulanan di kostan, saya melihat produk ini di supermarket.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dan penyakit jantung merupakan pembunuh banyak orang. Kedua penyakit ini sering dikaitkan dengan konsumsi natrium yang berlebih disertai pola makan yang buruk. Begitu pula kegemukan, sering dikaitkan dengan konsumsi natrium yang berlebih. Natrium mengendap di jonjot usus. Akibatnya penyerapan sari makanan menjadi terganggu dan sari makanan justru berubah menjadi lemak. Hal ini tampaknya yang menjadi dasar ide lahirnya produk garam rendah Natrium.

Garam tersebut dikemas dalam botol menarik dan dibandrol dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan garam meja biasa. Di bagian komposisi tertulis bahwa kandungan Na dalam bentuk NaCl (Natrium Chlorida) yang terkandung di dalam garam tersebut 40%. Pada garam meja paling tidak harus terkandung kadar NaCl minimal sebesar 97.1%. Hal ini mengacu pada SNI 01-3556.2-1999 yang mengatur syarat mutu garam meja. Nah, kalau kandungan NaCl di garam hanya 40% maka komponen lain sebesar 50% itulah yang disubtitusi.

Kekurangan tersebut disubtitusi oleh KCl (Kalium Chlorida). Mengapa pilihan subtituen jatuh pada KCl?. Karena Na dan K berada dalam satu golongan (IA) pada tabel periodik unsur, maka sifat fisik atau kimia yang dimiliki keduanya tidak akan berbeda terlalu jauh. KCl juga merupakan garam tapi dengan rasa tidak seasin NaCl.

Sehingga kombinasi keduanya merupakan kombinasi yang pas dalam memenuhi kebutuhan pasar untuk pasien hipertensi atau bagi yang ingin berdiet. Yang membuat saya penasaran saat melihat garam ini adalah bagaimana cara membuatnya. Apakah kedua bahan dicampur dalam komposisi cair kemudian dikristalkan bersama atau ada metode lain yang digunakan?.

Akhirnya saya putuskan mencoba bertanya pada Dosen saya di kampus, kira-kira metode apa yang digunakan untuk pembuatan garam tersebut. Ternyata tebakan saya kurang tepat. Natrium dan Kalium dalam bentuk NaCl dan KCl dicampurkan dalam bentuk padatan sesuai dengan komposisi gabungan yang di inginkan kemudian digerus secara bersama-sama, sesuai dengan perbadingan yang diinginkan. Misal, perbadingan yang di inginkan 40% : 50% maka berat NaCl yang ditambahkan harus 40% dari berat total saja, dan sisanya adalah KCl. Apa bisa dibuat dalam komposisi cair kemudian dikristalkan?. jawabannya bisa, tapi dalam ongkos produksi tentunya lebih mahal dan waktu produksi lebih lama, sehingga kurang efisien.

Mudah bukan membuatnya?. Tinggal campur, kemudian gerus. Yang perlu dijaga adalah distribusi ukuran dan distribusi gabungan NaCl dan KCl yang diupayakan merata di semua titik. Lalu mengapa harganya menjadi menjulang dengan proses yang sebenarnya sangat sederhana?.

Karna produk ini ditujukan untuk kalangan terterntu, yaitu untuk pasien hipertensi maka segmentasi pasarnya terbatas. Untuk menekan return rate yang bergerak lambat, maka harga jualnya harus tinggi. Apalagi saingan untuk produk sejenis sedikit, walau dibandrol dengan harga yang cukup tinggi produsen masih mendapat banyak kebebasan untuk memonopoli harga pasar.

Tertarik untuk membuat sendiri di rumah?.

Selamat mencoba

Semarang 26 Agustus 2012

Kasur kost laras =)

Iklan

24 pemikiran pada “Garam Rendah Natrium

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s