Berserah

Aku bertanya mengapa aku harus menangis saat tubuhku sakit?.

Mengapa harus ada tangis mengiringi tubuh yang mengejang perlahan kemudian lemas.

Aku mencari-cari dan terus bertanya mengapa?.

Apa aku takut kalau waktuku hanya tinggal sesaat menapak bumi?.

Atau aku takut menghadap Tuhan dalam keadaan kotor?.

Aku bercermin, sudah setahun lebih sebulan sejak aku paham ada apa dengan diriku.

Tapi tiap kali aku tersungkur lemas, aku tetap tak tau harus berbuat apa.

Kini aku tau apa air mata itu.

Representasi permohonanku kepada Tuhan.

Menyatukan kepingan pesan pengharapanku padaNya.

Antara lemah dan berharap.

Berserah.

 

 

 

Laa hawla walaa quwwata illaa billaah

6 thoughts on “Berserah

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s