Dokter Gigi

Hari ini kunjungan saya ke dokter gigi. kenapa?. karena gusi saya mengalami pembengkakan di area geraham. ternyata gusi yang mengalami pembengkakan itu giginya juga harus dicabut karena mengalami kerusakan serius, sisa-sisa jaman kejayaan coklat dan permen di masa SD dulu.

Sejujurnya saya takut ke dokter gigi, apalagi kalau gigi harus dicabut. seperti pengen bilang oh…noooooo…di depan dokternya. gigi saya ini harusnya dicabut sejak bulan januari. tapi, karena takut itu saya tunda hingga bulan maret ini. sebelum pulang dokter nya berpesan, ingat jangan kabur lagi kalau sudah jadwalnya untuk cabut gigi, ‘ga usah takut’. hehehe. sebelum masuk ke ruang dokternya saya sudah berdoa. ternyata tetap degdegan juga.

Sejak SD tiap kali ke dokter gigi apalagi untuk cabut gigi saya sering mengalami pengalaman yang kurang mengenakkan. akhirnya, menyebabkan trauma. ini bukan kali pertama saya kabur saat harusnya jadwal ke dokter gigi. dulu, saat seluruh anggota keluarga memaksa saya mencabut gigi gingsul saya yang membuat saya jadi mirip keturunan drakula. saya berkali-kali ke rumah sakit dan hanya sekedar mendaftar kemudian ngotot pulang. sampai akhirnya ibu dan ayah kesal dan tidak memaksa saya untuk mencabut gigi gingsul itu lagi.

Tapi pengalaman pamungkas yang bikin trauma pol-pol-an saat terakhir cabut gigi dan gusinya harus dijahit terus digabungin ama daging yang ada di bawah lidah karena sobek. itu rasanya sakittt bangettt. selama beberapa hari hanya bisa makan bubur dan susah buat ngomong atau ngegerakin lidah, saat sakit itu sampai ngedumel. pokoknya ga bakal mau ke dokter gigi lagi. ternyata ucapan itu tinggal kenangan, buat apa lari dari dokter gigi?. kwkwkw. kalau giginya dirawat dengan baik dan waktu SD ga khilaf makan coklat dan permennya ga bakal tuh jadi kayak gitu.

Kesimpulannya, bagi yang giginya masih ada berapapun jumlahnya rawatlah ia dengan baik. lakukan kunjungan ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. gigi itu penting bangettt, kalau sudah rusak selain mengganggu pemilik gigi bila ada nyeri, perawatannya pun mahal.

Anyway, doakan saya yah. Semoga di kunjungan saya yang berikutnya ke dokter gigi berjalan dengan lancar, masih mau nyiapin mental nih.

 

Semarang, curhat-curhat iseng bersama donat gula dan sekotak teh. 😉

Iklan

4 pemikiran pada “Dokter Gigi

  1. baca tulisanmu merinding ik…ngeri dijahitnya 😦
    tapi kalo dokter giginya kayak yang diiklan pasta gigi Senso*** mau ndak ke dokter gigi terus? 😀

    • =( aku juga udah ga pengen nginget2 lagi mbak. medeni.
      hehehe. mbak lia bisa aja ni. ga lah mbak, walaupun cakep tetep aja ke dokter gigi itu bikin trauma. hiiiii…

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s