Jodoh

Hari ini aku membaca tulisan yisha yang menurutku keren banget, yang mau ikutan baca silahkan klik disini.

Apa yang membuatku merasa tulisan ini keren?.

Karena tidak semua orang menikmati usianya di tiap penambahan umurnya.

Aku pernah bertemu seseorang dan belajar sesuatu yang menurutku esensial.

Seseorang yang kini berumur 30 tahun dan belum juga menikah.

Sering dikatakan bahwa usia 27 adalah usia yang krusial bagi wanita.

Aku belum merasakan usia 27, hanya sering mendengar pernyataan orang-orang di luar sana.

Kalau di usia 27 tahun keatas biasanya akan lebih sulit bagi seorang wanita untuk mendapatkan jodoh .

Kenapa?. karena wanita itu cepat tua.

Bila sudah tua maka akan sulit baginya mencari jodoh.

Apalagi kalau di usia itu karirnya baik, berpenghasilan tinggi, berpendidikan tinggi.

Justru cowok akan berpikir 2x mendekati cewek seperti itu, terlalu independen.

Lalu apa wanita itu harus menjunjung parameter sosial di masyarakat?.

Cantik itu harus putih, langsing, dengan busana yang up to date. belum lagi ditambah bedak dan warna-warni di wajah.

Apa wanita tidak boleh punya karir yang lebih tinggi dari pria?.

Atau apa wanita harus pura-pura terlihat bodoh agar prianya merasa lebih pintar dan menjadi percaya diri untuk membimbing seorang wanita?.

Rasanya argumen-argumen di atas terlalu klise.

Bukankah memang sudah kewajiban setiap individu untuk selalu meningkatkan kemampuan diri.

Sehingga, semua orang yang hidup mampu menyesuaikan diri dengan tantangan hidup.

Tidak semestinya seorang wanita dicap tidak laku hanya karena belum menikah di usia 27 tahun.

Kenapa tidak ada opsi yang bergulir untuk menutup argumen-argumen yang tidak penting.

‘Tidak menikah itu juga adalah sebuah pilihan’

Pilihan tidak menikah itu setara dengan pilihan untuk menikah.

Tuhan memerintahkan makhluknya untuk berpasang-pasangan.

Tapi tidak seharusnya hal tersebut menjadi dasar untuk memaksakan anggota keluarga yang belum menikah di usia krusial untuk terburu-buru menikah.

Sampai mengorbankan prinsip dalam mencari pasangan.

Yang kalau dalam tinjauan agama mencari yang bisa menjadi imam.

Jangan sampai pasangan hidup yang dipilih dengan terburu-buru justru menjerumuskan ke hal negatif, menjauhkan dari Tuhan.

Ujian hidup tidak berakhir karena sudah menikah.

Justru akan ada fase ujian baru saat menikah.

Ada tanggung jawab yang lebih besar disana.

Seorang wanita berusia 30 tahun yang aku kenal berujar seperti ini kepadaku.

“Aku berdoa kepada Allah, memintanya untuk mendekatkan jodoh yang baik bagiku. Tapi, bila jodohku itu tak kunjung datang aku berdoa semoga Allah tetap memantapkan hatiku di jalanNya”.

Menurutku ini adalah esensi keikhlasan dalam pencarian terhadap jodoh.

Yang terpenting adalah selalu dengan dekat dengan Tuhan, berjodoh atau tidak berjodoh.

Menikmati setiap momen kehidupan yang dimiliki dengan baik, yang dibahasakan oleh yisha dengan menikmati usia.

Tidak semua wanita mampu melakoni jalan seperti ini.

Kalau kata ibunda ku tersayang seperti ini.

“Nak, jodoh itu ada di jalan Allah. Saat ini tugasmu adalah belajar. Maka belajarlah dulu dengan baik. Ibu selalu mendoakan anak-anak ibu agar mendapatkan jodoh pilihan Allah. Bila Allah berkehendak, maka apa yang kamu harapkan akan terjadi dengan sekejap dengan cara yang tidak kamu duga. Maka pilihlah jalan yang benar, sesuai dengan acuanNya”.

Tidak ada yang benar-benar tau kemana Tuhan akan memperjalankan seorang manusia dan bagaimana caranya. Misteri dengan cara yang misterius. Tapi siapa yang yakin kepadaNya, akan berjalan bersamaNya.

 

Semarang, mendung sehabis hujan bersama secangkir coklat hangat.

Iklan

7 pemikiran pada “Jodoh

  1. semoga pada saatnya nanti, di saat yang tepat Allah pertemukan dengan jodohnya..
    tidak ada istilah terlambat menikah, karena itu adalah hak Allah
    sebagaimana tidak ada istilah terlambat mati
    masing-masing mah sudah ada jadwalnya..
    kita hanya harus berbuat yang terbaik šŸ™‚

  2. semua orang di ciptakan berpasangan,… Percaya semua akan indah pada waktunya šŸ˜€ Hehehe šŸ˜€ Bener gak ya kira2 ?

  3. Ping balik: Langkah Baruku Dari Gubernuran Sampai McDonald's Semarang - Langkah Baruku

  4. “Apalagi kalau di usia itu karirnya baik, berpenghasilan tinggi, berpendidikan tinggi.”
    well laki2 emank rasa malunya tinggi banget kakak, klo ibarat pasangannya pendapatannya lebih dari dirinya sendiri biasanya cowo itu malu dan untuk menghindari hal itu maka…
    ya bisa dilanjutkan sendiri kesimpulannya šŸ™‚

    • šŸ˜€

      Man is marry down and women is marry up.

      Cowok nyari pendamping, cewek nyari pembimbing. Kynya ini udah jadi pakem-nya ya.

      Bte, thx for coming and comment to my blog Abreey. šŸ™‚

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s