Memoar (Gigi)

Iklan (n___________n)

Assalamu alaikum

Hai, di awal tulisan saya kali ini memuat foto narsis saya bersama sekotak teh. Walaupun saya tidak dibayar atau dipilih menjadi duta produk teh kotak. Tapi tetap saya promosikan, tanpa tujuan. (^-^)

Dibelakang saya juga ada iklan produk minyak kayu putih cap gajah beserta mbak cantik yang menjaga stand nya.

Saat foto ini diambil, saya sedang berada di puskesmas Ngesrep – Semarang. Menunggu antrian untuk ke dokter gigi. Sesuai jadwal, hari ini gigi geraham 3-4 saya harus dicabut. Padahal udah ga mau ke dokter, pengen kabur. Tapi sayangnya niat buruk itu tidak jadi terlaksana. Karena ode ciki-bum (adik saya) mendadak balik dari kampus lebih cepat dan bisa menemani saya.

Saya trauma dengan dokter gigi. Sejak pagi menimbang-nimbang akan pergi atau tidak. Semakin ditimbang malah semakin takut. hehehe. Tapi semakin pengen kabur, semakin di tekan untuk kesana oleh ode…hufffffttttttt…

Ode Ciki-bum Fans Doraemon a.k.a Dorami

Btw, thank’s ya dorami. Kalo karena ga dipaksa ke Dokter. Kemungkinan besar hari ini ga berangkat, akhirnya kabur lagi dari dokter gigi. Terimakasih telah menemani. *puk puk puk* *berpelukan*

Ternyata setelah dijalani, tidak semengerikan yang dibayangkan. Tidak semenyakitkan pengalaman terdahulu. Walaupun harus berdarah-darah, senat senut, Alhamdulillah sudah selesai. Gigi yang harusnya sejak bulan januari dicabut kini hilang sudah. Tapi sayang, saya lupa meminta giginya. Kan kalo jaman SD, misal baru saja selesai cabut gigi. Giginya dibuang ke atas (atap) kalau yang dicabut gigi bawah. Nah, kalo gigi atas yang dicabut dibuang ke tanah. =)

Flash back ke jaman baheula. Misal gigi atas saya yang dicabut belum tumbuh-tumbuh juga, saya akan menengok gigi saya di tanah tempat saya membuangnya. Pernah ada satu waktu saya merasa gigi saya belum tumbuh-tumbuh juga, padahal menurut saya selang waktu antara waktu gigi saya dicabut sudah cukup lama. Kemudian saya mulai panik dan berkutat dengan pikiran saya sendiri. Sampai saya memperoleh kesimpulan bahwa gigi saya dimakan oleh tikus. Menurut hemat saya saat itu sebagai anak kecil. Harusnya gigi saya tetap berada di tanah agar bisa tumbuh, tidak boleh dimakan tikus.

Akhirnya, saya nekat menggali tanah tersebut sambil berharap segera menemukan gigi saya. Dan ternyata saya tidak menemukan gigi saya =( . Saat itu saya merasa sangat sedih. Sampai terbawa ke dalam mimpi lho. Pencarian tidak saya lakukan sehari, tapi beberapa hari. Untuk meyakinkan diri dan membuktikan bahwa gigi saya itu tidak dimakan tikus dan masih bisa tumbuh. Sayang, pencarian nihil. Saya sangat sedih tidak menemukan gigi saya. Saya pun membatin, pokoknya kalau cabut gigi lagi, giginya mau disimpan sendiri saja. Tidak akan saya tanam, walaupun kata orang lebih baik ditanam. Saya akan bersikeras menyimpan gigi saya.

Terbukti, setelah kejadian itu. Tiap kali cabut gigi, saya akan meminta giginya untuk saya simpan. Entah di kantung celana, atau di tempat lain. Sampai saya lupa dan giginya pun hilang. Hehehe… kalau dipikir-pikir saat ini malah jadi senyum-senyum sendiri. Apa hubungannya gigi kita dibuang kemana dengan tumbuhnya?. Gigi yang dicabut akan tumbuh secara alamiah tanpa perlu ditanam. Kecuali untuk gigi-gigi geraham lhooo.

Begitulah pengalaman singkatku mengingat memoriku bersama gigi. Ada yang nyeremin, ada juga yang lucu.

Alhamdulillah, atas rahmatNya melahirkan segenap keberanian, bu Dokter untuk ketegasannya melarang saya tidak kabur dan melenceng lagi dari jadwal, Adikku ode cikibum a.k.a Dorami yang telah menemani dan tertawa bersama =)

Semarang, di pagi buta

20 thoughts on “Memoar (Gigi)

  1. jangankan gigi, dulu ukur mata aja aku takunya setengah hidup. takut divonis rabun, dan artinya musti pake cakamata seumur-umur. Tuhan berkehendak lain, dan aku..aku..aku benar-benar minus. ihuks..

  2. Mitos tentang gigi ternyata masih hidup sampai sekarang ya Mbak. Dulu saya juga begitu. Tanggalan gigi rahang bawah disuruh melempat ke atas atap rumah, sementara yg dari rahang atas disuruh dikubur..:)

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s