Terimakasih Alam

Sekitar pukul 16.30 tadi saya mendadak merasa jenuh. Malas menatap layar komputer atau layar televisi, malas keluar rumah karena nantinya akan bertemu dengan kemacetan lalu lintas yang membuat pikiran semakin kisruh. Dalam 3 hari terakhir saya banyak mengalami konflik dengan diri sendiri. Dan ini bukanlah hal yang baik buat saya ataupun fisik saya.

Sesekali keluarlah dengan tenang karena ingin bercengkrama dengan alam. Rasakan baik-baik bagaimana angin berhembus, burung mengeluarkan irama yang meneduhkan, sinar matahari yang menyegarkan badan, dan warna-warni alam yang menyejukkan mata.

Dan kini, saya punya satu cara lagi untuk melepas kejenuhan, kepenatan, berdiri berlama-lama di tepi sawah, merasakan sinar matahari menembus pori-pori kulit, bernafas sebanyak dan sesegar yang saya inginkan, memandangi langit biru dan gunung yang seakan-akan membiru dari kejauhan, mendengar simfoni alam dengan ketukan yang tepat.

Mungkin wajar bila manusia modern kwalitas kehidupannya menurun. Bagaimana seseorang bisa ‘hidup’ dengan selalu bercengkrama dengan benda mati. Pergerakan hanya bisa disaksikan dengan memandang sesama manusia lain. Dalam kehidupan modern ini hewan-hewan yang hidup di alam bebas perkotaan  juga mengalami tingkat stres yang tinggi, kehilangan rumah dan sumber makanan yang seharusnya. Lahan kosong semakin menghilang berganti dengan bangunan berdinding beton.

Alam juga mengalami stres yang mungkin tak tertanggungkan. Bagaimana tidak, harus mengemban tugas besar di bumi.  Tapi tidak dijaga. Alam adalah rumah bagi tumbuhan, hewan, dan manusia. Alam itu rumah yang selalu siap menanti penghuninya pulang, saling menjaga keseimbangan.

Kalau ada pantai, gunung, hutan, sawah, bukit, ataupun yang lainnya tempatmu bisa merasai bercengkrama dengan elemen-elemen kehidupan di bumi ini, bermainlah kesana. Luangkan sedikit waktu. Penuhi hatimu dengan alam, lalu rasakan apa yang bisa ditemukan disana.

Selamat mencoba =)

Untuk yang hari ini sedang sakit, dimanapun berada, semoga lekas sembuh.

Semarang, ditemani sepotong senja yang cantik.

5 thoughts on “Terimakasih Alam

  1. alhamdulillah masih bisa lihat sawah, langit biru..memang mendamaikan hati klo lagi penat..tapi bagaimana klo terkadang situasi memaksa untuk tetap bergelut dengan benda mati itu?🙂 hehehe….tetap semangat mba cia…(kalo kata adek.. cumenguttt okaa)😀

    • kalo ada jendela di kamar, di buka dikit om anix.
      keterbatasan pasti ada dalam tiap kondisi. yang penting ga berkecil hati dengan keadaan =)
      hehehe….iaaaaa…cemengutttt.

  2. Salam kenal mbk citra.. Aku nemuin blog ini, saat diagnosa sementara dr dokter spasmofilia.. Langsung aku cari tawu tentang spasmo sblm observasi dengan EMG… Dan ternyata saya positif spasmo grade 3.
    Setalah 6 tahun tidak terditeksi.. D di kira epilepsi tp negatif. Dan kini baru ketahuan.. Ternyata aku sama dengan mbk citra. Jujur… Saat aku baca postingan “don’t cry, don’t be shy…dst…” .. Air mataku sudah tak snggup untuk bersembunyi lg. apa yg mbk citra sampaikan itu sangat benar. Mngkn mbk citra hanya sekedar psikis.. Yg mana masih bisa jalan sendiri ke dokter, yg masih bisa keluar makan bakso. Sedangkan aku psikis, klinis, dan rernyata genetika juga. Krn ibuku sering pingsan saat hamil anak2nya. Dan kini syaraf motoriku masi lemah, kadang megang sesuatu gak bisa lama2… Kadang tiba2 jatuh.. Nulispun agak sulit. Semoga aku dan tmn2 yg terkena spasmo bisa tetep semngt untuk sembuh. Dan pasrah serta sabar menjalani semua ini….semangat mbk citra!!🙂

    O iya, sblm taw positif si special, aku selalu naik gunung untuk melepas penat… Bermain dengan alam… Namun kini mereka justru menjadikan kambing hitam dengan aku bermain dengan alam. Krn aku mendaki gunung dan menelusuri lautan maka aku sprt ini. Padahal dengan bercengkrama dengan alam adalah obat mujarab untuk melepaskan penat yg di alami,

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s