Cerita Pembuka pada ‘Re-Code’

RRAda sebuah buku yang saat ini sedang serius saya baca, berjudul Re-Code Your Change DNA. Atau lebih populer dengan Change karya Rhenald Kasali. Buku dengan hard cover dan isi yang menarik disertai gambar ilustrasi. Akan saya coba bagikan satu per satu ikhtisar singkat buku ini pada beberapa bagian tulisan selanjutnya.

Cover Buku

Cover Buku

Akan saya mulai dengan cerita pembuka di halaman kata pegantar buku ini yang menginspirasi penulis, serta menginspirasi saya sebagai pembaca. Tentang kisah seorang pemuda, yang kemudian saya bagikan kepada semua yang mampir di blog saya ini.

——

“Buku ini ditulis disetiap perjalanan, namun diilhami dan didorong oleh sebuah inspirasi saat penulis menyepi bersama keluarga di padang rumput yang tandus di benua Afrika. Saat itu akhir Desember 2005, udara sejuk sekitar 5 derajat celcius. Di savana Masai Mara, Kenya, di tepi sebuah sungai pada sebuah lodge. Di situ kami memandang migrasi hewan-hewan liar dari Kenya menuju Tanzania.

Ditemani lilin-lilin kecil pada malam tahun baru, di Masai Mara saya bertemu dengan Le Peres, putra seorang tetua adat Suku Masai Mara yang selalu menggunakan jubah merah. Ia menemani kami berkeliling mengelilingi, padang luas yang menjadi habitat hewan-hewan liar. Menemui harimau, leopard, hyena, gajah, jerapah, banteng, badak, berbagai jenis burung, dan rusa. Le Peres menjamin tak ada harimau yang berani menerkamnya. ” Mereka semua takut dengan jubah merah Suku Masai dan aroma tubuh kami,” ujarnya.

Tetapi yang sangat mengesankan bagi saya adalah semangat hidupnya untuk berubah. Ketika ribuan orang sesuku dengannya masih hidup dalam rumah-rumah adat yang dibuat dari kotoran sapi, Le Peres justru pergi ke Nairobi. Perjalanan yang harus ditempuh sekitar 12 jam itu sudah dilakukan Peres semenjak menginjak SMU. Ini Afrika bukan Asia. Dimana tanah tandus, hewan-hewan buas, dan dahaga begitu menyengat. Dimana transportasi tak semudah yang kita bayangkan.

Apa yang mendorong Peres untuk berubah?. ” Saya tidak ingin adik-adik saya hidup begini terus. Terbelakang dan bodoh,” ujarnya.

Di rumah adat, suatu ketika Peres bertemu dengan seorang turis yang baik hati. Pembicaraan itu berakhir dengan kesan yang begitu dalam. Turis itu memberikan kail agar Peres melanjutkan sekolahnya sampai ke universitas. Di sanalah ia belajar tentang hidup dan berkenalan dengan ilmu pengetahuan.

Peres harus bersekolah, dan supaya bisa berubah ia harus keluar dari sangkarnya, keluar dari rumah-rumah tanpa jendela berkarpet tahi sapi. Ia harus berinteraksi dengan dunia luar.

Turis itu mengirim uang setiap bulan, untuk sekolah dan biaya hidup. Sayang, tak lama menjelang lulus “malaikat” baik itu dipanggil Tuhan dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di negerinya.

Peres harus berhenti sekolah dan kembali ke desanya di padang rumput Suku Masai. Tapi ‘upaya’ malaikat seperi itu tidak pernah sia-sia. Kini Peres telah tumbuh, menjadi pemuda yang berbicara dalam bahasa asing dan memberi cahaya bagi orang-orang di kampungnya.

Sebuah proses kecil telah menapakkan sejarah di tanah Afrika. Kita semua bisa melakukannya. Dan ketika perubahan itu kita selesaikan, maka ia pun telah menjelma menjadi sejarah.

Andakah ‘malaikat’ yang siap menolong bangsa ini?.

Perubahan mengajarkan kita seseuatu, yaitu kehidupan yang tak pernah berhenti, dan manusia diberi ruang untuk meresponsnya.

(Kiri - Kanan) Prof. Rhenald Kasali dan Le Peres

(Kiri – Kanan) Prof. Rhenald Kasali dan Le Peres

Semoga mengispirasi

Semarang, Pagi yang mulai sibuk

14 thoughts on “Cerita Pembuka pada ‘Re-Code’

  1. wah mba cia jadi programmer #salahFokus (mentang2 ada code๐Ÿ˜€ #kidding ) heheheh…buku ini kata adek udah lama ya terbaring di kosan? baru dibaca๐Ÿ˜€

  2. Terkadang mungkin ada hal-hal kecil yang kita lupakan, tapi ternyata berpengaruh besar dengan hidup orang lain.๐Ÿ˜€

    Cerita yang inspiratif dari buku Pak Rhenald. Terima kasih karena sudah berbagi cerita yang inspiratifnya mbak.๐Ÿ˜‰

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s