Hikmah

Hari ini saya melepaskan sebuah kesempatan yang hadir dalam hidup. Besok, pukul 7.30 seharusnya saya sudah berada di Bandung untuk seleksi tahap wawancara tahap II di PT. Medion. Bulan lalu, pada tanggal 26 Agustus 2013 saya mengikuti seleksi penerimaan karyawan PT. Medion di kampus. Peserta seleksi saat itu diatas 120 orang. Saya termasuk salah satunya.

Setelah 2 minggu kemudian saya dihubungi bahwa saya lulus pada seleksi tahap I. Sembari bertanya-tanya apa ada teman se-jurusan juga yang lulus. Ini adalah seleksi pertama yang saya ikuti. Sebelumnya saya tidak pernah mengikuti seleksi penerimaan karyawan di perusahaan. Sebab, Tugas Akhir saya belum rampung, barulah setelah rampung saya mencoba mengikuti test seleksi.

Di seleksi saya yang pertama ini ternyata lulus, Alhamdulillah. Saya sangat-sangat bersyukur atas karunia ini. Apalagi sempat tidak percaya diri karena teman-teman yang lain yang juga mengikuti seleksi punya IPK yang jauh lebih tinggi. Pengalaman sakit yang panjang kemarin juga sempat membuat saya ragu. Apa bisa ya?. Malam sebelum ujian saya menenangkan diri, bersiap mengikuti test dengan perasaan tenang.

Pada saat seleksi saya merasa sangat dimudahkan olehNya, pertolongan Allah atas ketenangan dan keyakinan adalah hal yang sangat berkesan pada saya saat itu. Soal test psikotest yang diberikan sekitar 350 nomor. Pengerjaannya berbasis waktu dan jenis soal. Satu jenis soal ada yang hanya diberikan waktu pengerjaan 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Saat itu ada sekitar 9 jenis soal psikotest yang diberikan. Dijawab pada LJK yang dibulati dengan pensil 2B. Saat tu saya hanya membawa pensil mekanik, jadilah saya menjawab dengan pensil mekanik, sementara yang lain benar-benar menjawab dengan pensil 2B yang diraut.

Sempat ragu juga, apakah nanti jawaban saya bisa diverifikasi. Tapi karena lulus berarti bisa, penggunaan pensil mekanik ini sangat membantu saya. Saya tidak perlu sibuk meraut, sementara yang lain masih harus menggunakan waktunya untuk meraut sehingga mengurangi efektifitas waktu dalam mengerjakan soal.

Tenang merupakan kunci yang mumpuni dalam mengerjakan soal psikotest, tapi kembali lagi saya ungkapkan kemudahan Allah saat itu begitu nyata. Bagaimana tidak, seakan menjawab soal-soal tersebut sangat mudah bagi saya. Bagian yang paling membuat saya sempat sangat terenyuh adalah bagian pengerjaan soal matematika. Kecepatan berhitung dalam soal matematika sederhana diuji. Saya biasa mengajarkan adik-adik di panti tempat saya biasa mengajar berhitung. Waktu yang disediakan 15 menit. Saya mampu menjawab 85 nomor dari 200 nomor soal, dengan sekitar 10 nomor yang saya hitung di atas kertas . Sisanya hitung cepat di kepala. Rasanya, seperti tiba-tiba muncul, ‘ini lho bagian dari hikmah mengajar mereka’. Saat mengerjakan soal matematika ini saya sempat terenyuh dalam.

Biasanya saya juga lemah dalam melihat bentuk bangun ruang, saat itu mata saya seperti sangat jeli melihat ‘kunci’ bagian bangun ruang yang sesuai. Saya tidak berlatih menjawab buku-buku atau soal-soal latihan psikotest sebelumnya. Benar-benar test tanpa persiapan latihan soal atau buku terlebih dahulu, kesemuanya berdasarkan pengalaman personal dan doa sebelum memulai test pada hari itu. Tetapi saat itu saya yakin, saya bisa mengerjakan soal dengan baik.

2 minggu kemudian, tepatnya hari jum’at, tanggal 13 september 2013 sebelum waktu shalat jum’atan saya bertanya-tanya apakah saya tidak lulus karena belum dihubungi juga. Tapi ternyata setelah waktu shalat jum’at saya dihubungi via telepon dan dinyatakan lulus. Dari 120 orang lebih yang mengikuti seleksi, hanya 8 orang yang dipanggil mengikuti wawancara di Bandung, salah satunya saya. Rasanya bersyukur luar biasa, sampai terharu menangis. Bagaimana tidak, saya sempat meragukan kemampuan diri sendiri sebelumnya, kepercayaan diri tergerus karena sempat sakit dalam jangka waktu yang lama. Hari itu seakan sirna dan kepercayaan diri mendadak meningkat untuk tidak berputus asa berusaha.

Saat itu Alhamdulillah yang terucap seakan tidak bisa meng-cover rasa kesyukuran yang teramat besar. Ditambah lagi beberapa hari kemudian, permohonan kerja praktek yang saya ajukan ke PT. Semen Tonasa Pangkep ternyata juga diterima. Sehingga pada bulan November 2013 nanti dengan izinNya, sudah bisa  saya ikuti. Padahal sebelumnya coba melamar di perusahaan-perusahaan yang lain, jadwalnya yang kosong ada di bulan April tahun depan, konfirmasinya pun lama. Tapi mendaftar di PT. Semen Tonasa dalam jangka waktu 10 hari saya sudah bisa mendapatkan konfirmasi. Tugas akhir saya sudah selesai, tapi kemarin sakit membuat saya melewatkan kerja praktek. Fisik sangat tidak mendukung saat itu. Saya 3 kali mencoba melanujtkan kerja praktek saya di Pupuk Kujang Cikampek. 3 kali kesana, 3 kali pula saya sakit. Terakhir sampai harus dijemput paman dari Jakarta.

Sabar, semua ada waktunya. Inilah rasanya ungkapan yang paling tepat.

Malam ini saya melepaskan kesempatan untuk melanjutkan test di Bandung karena setelah berikhtiar, terkendala fisik yang belum memungkinkan untuk perjalanan darat yang jauh. Saya harus memilih, saya memilih tidak mengikuti test lanjutan untuk kembali ke Kendari dalam 3-4 hari kedepan dengan tujuan berobat dan pemulihan setelah pengurusan berkas keperluan kerja praktek saya disini selesai. Saya memilih untuk mempersiapkan diri agar fit saat kesempatan kerja praktek yang berikutnya datang.

Yang saya tau kini, Allah memberikan ujian yang berat bukan tanpa tujuan. Apapun yang bisa saya capai saat ini berdasarkan kesadaran bahwa semua hanya datang atas izinNya, begitu pula semua yang hilang, terjadi atas izinNya. Tujuan itu ada, kalau kita mau memahami. Kesempatan, peluang, ataupun keberuntungan dalam rejeki yang baik sepenuhnya datang dari Allah.

Semarang bersama hujan yang meneduhkan hati.

2 thoughts on “Hikmah

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s