Menembus Batas Spasmofilia : Lari

Assalamu Alaikum, readers…

Lama tidak membuat postingan disini, kali ini saya ingin membuat tulisan mengenai spasmofilia. Sebagai bentuk support kepada teman-teman yang juga menjalani hidup bersama spasmofilia.

Dalam beberapa bulan terakhir saya banyak melakukan hal-hal yang baru. Tidak disangka, justru berdampak positif bagi tubuh dan pikiran. Kualitas hidup terasa meningkat, semangat terus ada.

Salah satu hal yang ingin saya bagikan pada tulisan saya kali ini adalah, “Lari”. Kenapa lari?. Dulu saya sangat anti olahraga, apalagi setelah tau bahwa saya mengalami spasmoflia. Saya membuat kondisi batas untuk diri sendiri. Misal, ga boleh lari, ga boleh lompat, ga boleh ini itu, dll.

Sampai suatu ketika… Dalam 1 minggu saya 3 kali bermimpi berlari. Di dalam mimpi, saat berlari rasanya sangat bebas. Saya merasa bahagia saat jantung saya berdegup, bernafas dengan penuh kelegaan. Akhirnya setelah 3 kali bermimpi, esok hari untuk pertama kalinya di hidup saya, saya memutuskan. Saya benar-benar ingin berolahraga. Bukan karena paksaan guru olahraga, tetapi karena dorongan dari dalam diri saya sendiri.

Di dekat kostan saya ada sebuah taman umum, di lokasi itu ada jogging track, lapangan voli, lapangan bola, dan arena penyewaan mainan untuk anak-anak. Tiap sore hari selalu ramai disana. Tempat itu menjadi salah satu tempat favorit yang rutin saya kunjungi kini.

Dulu, saya malas berolahraga terutama lari, karena saya sering mengalami nyeri otot paha dan kaki setelah berolahraga. Misal, saya memilih berolahraga hari minggu. Besok senin sekujur kaki pasti terasa ngilu. Ini mengganggu, karena keesokan harinya saya harus tetap beraktifitas. Krim pengurang nyeri akhirnya menjadi andalan saat-saat seperti itu, tapi sakitnya akhirnya timbul tenggelam, agak repot juga kalau ngoles krim pereda nyeri terus.

Jadi, ada tips yang ingin saya bagikan untuk teman-teman semua. Terutama bagi yang newbie (dulunya anti olahraga) seperti saya. Sebelum memulai lari pastikan gunakan jam tangan. Ini penting, karena saat berolahraga waktu terasa jadi panjang lho. Udah lari-lari ngos-ngosan (di hati rasanya udah lama) eh, ternyata durasi waktunya masih kurang dari 5menit.

Tips 1. Pastikan durasi olahraga yang dilakukan minimal 30menit

Olahraga selama 30menit dianggap waktu yang ideal untuk mendapatkan manfaat kesehatan bagi tubuh. Diatas durasi 30menit untuk pembakaran lemak. Untuk itu, sebelum memulai lihat jam terlebih dulu.

Tips 2. Lakukan pemanasan

Sebelum memulai lari saya memulai dengan berjalan di area jogging track dan kecepatan jalannya saya tingkatkan terus menerus. 5menit cukup.

Tips 3. Buat target

Setelah pemanasan, buat target berapa kali akan mengelilingi lapangan atau jogging track. Usahakan terus meningkat di olahraga yang berikutnya ya. Tidak perlu buru-buru meningkatkan target putaran lapangan. Yang utama untuk terus dijaga adalah konsistensi untuk berolahraga.

Tips 4. Lari dengan ritme yang teratur sambil mengatur nafas

Menurut saya ini bagian yang paling penting. Kenapa?. Dulu yang saya lakukan saat disuruh berlari, ya berlari dengan kencang aja. Paling maksimal 1 putaran lapangan udah kehabisan tenaga, ga bisa lanjut lagi. Sisanya jalan kaki deh. Padahal lari memutar 1 lapangan waktunya paling maksimal 2menit. Jadi jantung hanya benar-benar dipacu selama 2menit. Sisanya jalan, pulang lemas, dan besoknya nyeri.

Jadi, bukan seberapa cepat. Tapi atur ritme dan nafas sehingga untuk start up 5 kali putaran lapangan menjadi ringan. Seperti jogging, yang dilakukan berlari kecil sehingga tidak langsung kehabisan energi di awal. Jarak tempuh yang bisa dicapai menjadi panjang, selama masa itu jantung juga terus dipacu.

Efek lain dengan berolahraga dengan cara ini, esok hari tetap bisa beraktifitas dengan nyaman tanpa ngilu yang signifikan. Sangat berbeda bila otot dipacu untuk berlari kencang dalam satu waktu. Jadi olahraga setiap hari bisa dilakukan.

Tips 5. Pendinginan

Setelah berlari saya akhiri dengan jalan kaki sampai detak jantung terasa normal. Melakukan gerakan senam tambahan sampai dirasa cukup.

Tips 6. Konsumsi sumber makanan kaya vitamin atau vitamin tambahan setelah berolahraga

Penyerapan sumber vitamin akan maksimal setelah berolahraga, jadi ini penting untuk dijaga. Jika setelah berolahraga disertai dengan minum jus yang kaya akan vitamin C badan akan terasa segar, otot juga tidak lemas. Dikombinasikan dengan vitamin lain juga baik.

Tips 7. Konsistensi

Sehat, selama belum diusahakan rasanya masih gratis. Jika sudah ada masalah dengan hal tersebut tandanya Tuhan meminta komitmen. Komitmen kita untuk mengusahakannya. Jadi, cari motivasi dari dalam diri sendiri. Kalau saya pribadi setelah merasakan efeknya, membuat saya konsisten.

Bagi yang jarang berolahraga, metabolisme tubuhnya tidak sebaik yang sering berolahraga. Dulu di awal, saya perlu berolahraga sekitar 15-20menit terlebih dahulu baru mengeluarkan keringat. Sebelum rutin berolahraga saya memiliki kecenderungan mudah pusing dan lelah. Pusing juga dipicu karena GERD yang saya alami saat itu. Setiap hari saya sempatkan minimal 30menit untuk berolahraga. Minimal 4 kali dalam satu minggu. Lama-lama rasanya kecanduan, tidak segar bila belum berolahraga. Bila hujan, saya mensiasati dengan berlari di tempat selama 30-60menit di kost.

Postingan ini umum, yang membuat ini berkaitan erat dengan spasmofilia adalah ‘lari merupakan pantangan’ (dulu) bagi beberapa teman yang mengidap spasmofilia – Saya yakin, (kini) ‘lari bisa menjadi pendamping dan penyemangat hidup’. Dulu, saya mengalami kesemutan saat menaiki anak tangga. Menaiki satu lantai dengan 30 anak tangga sudah membuat kejang ringan (dulu). Jadi, saat pertama kalinya saya sukses menjalani ini saya menangis girang. Melewati satu kondisi batas yang dulu pernah ada di hidup saya.

Hasilnya setelah rutin berolahraga konsumsi air putih menjadi sangat meningkat. Rasanya mudah haus, sehingga kebutuhan konsumsi air harian terasa mudah dipenuhi, intensitas pusing berkurang signifikan, tidur nyenyak, bonusnya begah di perut (efek GERD) sangat berkurang, setelah rutin berlari 1 bulan untuk pertama kalinya tidak masalah bagi saya makan mie instan (dulu makan ini langsung pusing dan mual berat), badan terasa segar.

Kesehatan itu begitu penting… harus di syukuri. Bagaimana bisa beribadah dengan baik kalau tidak sehat?. Bagaimana bisa berfikir dengan jernih kalau tidak sehat?. Dan bagaimana bisa berbagi kebahagiaan dengan senyum yang tulus kalau tidak sehat?.

 Gambar

Yuk olahraga… kesehatan itu tidak gratis, harus dijaga, harus diusahakan.

Iklan

11 pemikiran pada “Menembus Batas Spasmofilia : Lari

  1. Bener banget sis aku juga pernah coba awalnya terapis bilang harus belajr olahrga lari pagi kliling lapangan , saya coba tp engg sanggup saya putuskan jalan kaki kliling lapangan 1x.. 2x .. Kaki berasa kaku udhnya di minggu kedua 3x… 4x… Masih kesemutan udah nya… Teruss setiap minggu … ( karna waktunya olahraga cum sabtu minggu) akhornya dah bisa 5x putaran jalan cepat heheheh 1x putaran lari2 kecil… Yernyata… Saya bisaaaaa tanpa sakit dan kaku juga kesemutan setelahnya… Brafooo… Sekarang masih rutin jalan cepat + senam+ semiga larinya juga mkin banyak puterannya….. Semangattttt

    • Bravo sis… kalau rutin insya Allah udah bisa bener2 lari2. Yang penting intensitasnya tetep dijaga.
      Saya sekarang udah bener2 bisa lari keliling lapangan minimal 30 menit sis. Non stop, tanpa kesemutan atau kejang.
      Let’s upgrade our progress sis… Semangattt… =) =) =)
      *Kalau yakin bisa, akan bisa*

  2. Thanks for tips nya mba , seprti nya perlu dipelajari dan ditiru dech soal tips tips ny hihihiiiiiiii 🙂 , oiyaaa jngan lupa yo mba: klo ada waktu mampirlah di Blog ku *ngarep.com

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s