Cantik(mu)?.

Saat ini kontroversi acara Miss World yang dilaksanakan di Indonesia santer terdengar. Pro – kontra menggema, dengan alasan masing-masing. Saya tidak akan membahas hal ini dari sudut kontroversialnya. Yang menarik dari kontroversi penyelanggaraan acara ini adalah definisi cantik yang banyak digaungkan.

Apa itu cantik?. Menurut kamus besar bahasa Indonesia cantik berarti elok, molek (tentang wajah, muka). Sehingga dalam mengejar ‘cantik’ maka wanita menjadikan wajah sebagai aset. Yang butuh untuk dijaga dan dirawat. Cantik ini korelasinya luas.

Maraknya operasi plastik saat ini juga semata-mata ingin mendapatkan gelar ‘cantik’. Mengapa cantik itu penting?. Dalam era global seperti saat ini wanita dalam tuntutan lingkungan profesional dituntut untuk tampil menarik.

Tujuannya, sebagai pembuktian profesionalitas dan penghargaan terhadap klien ataupun profesi. Dalam tuntutan ibu rumah tangga, tentunya tampil menarik di hadapan suami bertujuan untuk menyenangkan pasangan. Sedangkan untuk remaja, cantik memberikan kelas tersendiri bagi pemiliknya.

Ketika seseorang memiliki wajah yang cantik dan ditunjang dengan fisik yang menarik dianggap lebih mudah diterima di masyarakat, mudah menarik dan mendapatkan perhatian. Dengan nilai tambah demikian, profesi sales promotion, yang berkaitan di bidang pemasaran, atau berhubungan langsung dengan costumer banyak diberikan kepada wanita. Karena wanita mampu mengakomodir kemampuan yang dibutuhkan dalam melakoni profesi tersebut.

Cantik itu kebutuhan, sebagian besar wanita Indonesia atau bahkan dunia mungkin berfikir demikian. Semakin berkembangnya industri, tuntutan menjadi cantik semakin gencar. Karena di balik cantik, ada industri yang menggantungkan keuntungan di baliknya. Dukungan industri kepada pada dunia hiburan berpengaruh besar. Tampilnya pelakon industri hiburan di Indonesia setiap hari di layar televisi cukup menjadi dogma yang sukses menghipnotis sebagian besar wanita di era modernisasi saat ini.

Era modernisasi yang serba cepat membuat pergerakan industri juga tumbuh semakin pesat. Menurut data dari Kementrian Perindustrian dan Perdagangan perkembangan industri kosmetik di Indonesia cenderung solid. Data tahun 2012 menunjukkan peningkatan keuntungan menjadi 9.76 triliun dari tahun 2011 sebesar 8.5 triliun yang mengalami peningkatan sebesar 14 persen.

Di satu sisi melihat gempuran promosi yang menggaungkan ‘cantik’ dalam bingkai putih, kurus, tinggi, berambut panjang, dan sebagainya yang ternyata berhasil membuat banyak wanita mengejar hal tersebut serta data keuntungan industri kosmetik Indonesia di atas tak ayal membuat kita berfikir bahwa industri kosmetik masih akan terus berkembang pesat. Dalam beberapa tahun ini industri kosmetik Indonesia dalam pasar nasional masih akan terus berkembang.

Di sisi lain volume perdagangan kosmetik impor pada tahun ini juga mengalami peningkatan. Adanya perjanjian perdagangan bebas menurunkan bea masuk kosmetik impor ke Indonesia. Keuntungan produsen kosmetik impor tahun ini mengalami peningkatan menjadi 2.24 triliun dari tahun 2011 sebesar 1.87 triliun yang mengalami kenaikan 30 persen. Tantangan lebih besar akan dihadapi pada tahun 2015 karena adanya perjanjian pasar bebas ASEAN dan China (AC -FTA). Saat ini China menjadi raksasa dengan gempuran produknya ke berbagai penjuru dunia.

Persaingan kedepan yang semakin ketat, kian mendorong industri kosmetik untuk lebih kreatif dan berinovasi. meluncurkan produk baru sesuai segmentasi pasar, menampilkan iklan yang mensugesti dalam intensitas yang lebih banyak. Dalam kajian dunia industri cantik tidak semata-mata soal konsumen, ada keterkaitan erat antara konsumen, pelaku industri dan pekerja. Dalam semua industri yang kini sebagian besar proses pengerjaannya dikuasai oleh mesin, peran manusia tetap ada. Inilah yang menyerap tenaga kerja lokal.

Jadi dalam bisnis apapun, termasuk kosmetik, jangan selalu berfikir bahwa keuntungan semata-mata hanya akan dinikmati produsen, pemilik pabrik. Lebih dari itu semua ada orang yang menggantungkan kehidupannya pada orang-orang yang ingin cantik. Dalam tiap sentimen negatif, kebanyakan orang melupakan kelas pekerja. Padahal keberlangsungan produksi harian bergantung pada kelas ini.

Dengan adanya kontroversi miss world kebanyakan wanita di ingatkan bahwa cantik itu jangan hanya mengejar tampilan fisik semata, wanita jangan mau menjadi etalase di layar televisi, dan sebagainya.

Ini sebenarnya merupakan koreksi yang baik dan positif yang maknanya mengarahkan wanita untuk tidak hanya memperhatikan estetika fisik, diluar itu tetap ada banyak hal yang harus selalu ditigkatkan sebagai manusia. Ditingkatkan disini maknanya peningkatan kualitas diri, kualitas hidup, kualitas pemikiran. Karena yang membuat wanita bernilai bukan hanya fisik semata.

Kita ambil contoh Megawati Soekarnoputri, presiden pertama wanita di Republik Indonesia. Kalau melihat beliau maka beliau jauh dari gambaran cantik versi sugesti televisi. Tapi tidak ada seorang pun yang mengomentari beliau dari sisi tersebut, terlepas dari sisi umur. Justru yang dipandang dari beliau semata-mata sisi karismatiknya sebagai seorang pemimpin yang sampai sekarang konsisten memimpin partai oposisi.

Contoh lainnya, Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina. Seorang wanita yang menduduki posisi penting di negara kita ini. Negara yang dominasi kebutuhan minyak dibanding kebutuhan lainnya sangat besar. Maka beliau terpilih dan dilihat dari bagaimana kepemimpinan dan kebijakan-kebijakan yang diambil.

Menilik ke jaman penjajahan, Kartini. Siapa yang tidak kenal?. Bahkan Kartini memiliki satu hari khusus yang diperingati setiap tanggal 21 April. Kartini dianggap tokoh emansipasi yang berpengaruh di jamannya. Melihat tampilan fisik Kartini, banyak yang lebih cantik darinya. Tapi apa yang membuat Kartini jadi begitu berbahaya saat itu dan harus dibungkam dengan pernikahan?. Karena beliau begitu vokal menyuarakan aspirasinya, berfikir dengan cara yang berbeda dari kebanyakan wanita di era nya. Ibrat pisau yang matanya terlalu tajam, Kartini dianggap membahayakan.

Atau kita tarik ke jaman yang lebih jauh lagi, pada jaman Ummul Mukminin Khadijah. Istri Rasulullah Muhammad SAW yang pertama. Ummul Mukminin Khadijah di jamannya sangat disegani karena kemampuan dan kesuksesannya dalam berbisnis. Seorang wanita yang cerdas dan disegani. Pendukung pertama dan terdepan Rasulullah dalam dakwah lewat materil dan moril.

Jadi, menurut saya ukuran kecantikan yang ada pada diri wanita adalah apa yang diletakkannya untuk dirinya. Tanyakan kepada diri sendiri.

Pramoedya Anantatoer pernah berkata ‘Menulis adalah bekerja untuk keabadian’. Apa yang diraih oleh Ibu Megawati, Karen Agustiawan, Kartini adalah bukti nyata bahwa eksistensi kecantikan wanita tidak hanya diletakkan pada ukuran fisik semata. Mereka mengukir dirinya lewat pencapaian. Itulah yang membuat mereka dikenang.

Ummul mukminin Khadijah bahkan lebih jauh melampaui. Menembus tidak hanya batas pikiran, tapi juga spiritualitas. Pendamping setia suami, melangkah bersama menuju Tuhan. Menuju Allah, dimana masa itu manusia masih menyembah berhala. Menjadi golongan yang pertama masuk Islam disaat yang lain meragu. Pendukung utama disaat yang lain mencemooh. Betapa hatinya begitu yakin dan teguh. Wanita pilihan Tuhan.

-Lebarkan pandanganmu ke segala arah, untuk temukan makna hidupmu sendiri-

Semoga bermanfaat🙂

(Postingan ini 3/4nya saya tulis saat kontroversi penyelenggaraan miss world dilaksanakan. Baru dituntaskan malam ini)

2 thoughts on “Cantik(mu)?.

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s