Yang Aku Sukai

Yang aku sukai dari lipstick, aku bisa berlindung dari kepucatan.

Yang aku sukai dari bedak, aku bisa berlindung dari ruam yang timbul tenggelam di wajahku.

Yang aku sukai dari hujan, aku bisa berlindung dari tangis yang keluar sepuasnya.

Yang aku sukai dari kata ‘semangat’, aku bisa berlindung dari kekerdilan jiwaku.

Dan yang paling aku sukai adalah Tuhan, aku tidak pernah bisa menjadi palsu dihadapanNya.

——————————————————

Semarang bersama senja dan lipstick

senja & lipsctick

senja & lipsctick

Tanda Tanya (?)

Kalau semua hamparan bumi itu indah, mengapa harus ada yang merusak di muka bumi ini?.

Kalau semua anak yang lahir ke dunia itu suci, mengapa harus ada yang dibuang karena tidak diinginkan?

Kalau semua cinta itu indah, mengapa harus ada yang menangis penuh sembilu merasa kehilangan cinta?

Kalau semua manusia itu punya otak untuk menjadi pintar, mengapa ada manusia yang dianggap bodoh?

Kalau semua agama itu baik, mengapa harus ada yang saling menjatuhkan karena perbedaan?

———

Kalau bumi ini selalu hijau, maka ini bukan bumi

Kalau manusia tidak punya ego, maka itu bukan manusia

Kalau menangis karena cinta, maka begitulah cinta

Kalau pengetahuan tidak ada, maka manusia hanyalah nol

Kalau perbedaan tidak dirasa, maka kita semua sama

———

Kalau aku berfikir, kemudian bertanya

Kalau aku bertanya, kemudian berfikir

Kalau aku menjawab, kemudian berfikir

Kalau aku berfikir, kemudian terjawab

Kalau aku hening, maka kamu bertanya

———-

Tanda Tanya (?) - Terimakasih Atas Kunjungan Anda

Tanda Tanya (?) – Terimakasih Atas Kunjungan Anda

 

Semarang, (with Grizfolk – Vagabond)

Tanpa Bulan

Gambar (Koleksi Pribadi)

Gambar (Koleksi Pribadi)

Saat ini aku berdiri menggenggam bulan

Menuliskan sebuah pertanyaan yang tiba-tiba berdengung berbisik ngilu

‘Apa kau juga saat ini sedang menggenggam bulan?’

Bulan yang sedari tadi kugenggam erat-erat hampir saja lepas

Kurapatkan lagi genggamanku, berharap bulan tak lari

Kucuri bulan malam ini untuk temaniku

Agar kau kesepian, dan kembali padaku

Kemudian kita sama-sama menggenggam bulan

Apa jarak diantara kita mencapai jutaan mil?

Atau mungkin lebih dari itu, hingga tidak pernah sekalipun kau muncul disini

Datang dengan senyum kemudian menghampiriku lembut

Untuk sekedar saling menukar pandang, menebar cahaya melebihi bulan

Agar aku tidak perlu lagi mencuri bulan untuk membawamu kesini

Sejujurnya aku kesepian, berharap kau pun kesepian

Tapi apa gunanya sepi di barter dengan rasa sepi

Ahhhh… jarak dua hati kita terlalu jauh, melebihi jauhnya bulan dariku

Semarang, tanpa bulan

 

Berserah

Aku bertanya mengapa aku harus menangis saat tubuhku sakit?.

Mengapa harus ada tangis mengiringi tubuh yang mengejang perlahan kemudian lemas.

Aku mencari-cari dan terus bertanya mengapa?.

Apa aku takut kalau waktuku hanya tinggal sesaat menapak bumi?.

Atau aku takut menghadap Tuhan dalam keadaan kotor?.

Aku bercermin, sudah setahun lebih sebulan sejak aku paham ada apa dengan diriku.

Tapi tiap kali aku tersungkur lemas, aku tetap tak tau harus berbuat apa.

Kini aku tau apa air mata itu.

Representasi permohonanku kepada Tuhan.

Menyatukan kepingan pesan pengharapanku padaNya.

Antara lemah dan berharap.

Berserah.

 

 

 

Laa hawla walaa quwwata illaa billaah

Sajak Sayang

Maafkan aku sayang,

Itu ungkapan dari sayang ke sayang.

Maafkan aku sayang,

Ku ucap lagi untuk meluluhkan sayang lewat sayang.

Kau ucap rasamu telah lama ada sayang,

Tentunya untukku sayang darimu sayang.

Kau bilang aku tak mengerti sayang,

Memang aku ini mati rasa sayang.

sumber ilustrasi (http://cdnimg.visualizeus.com/thumbs/ff/0d/rain,autumn,leaves,,,,road,water-ff0d53adfac2186d3f04c6caf6fd6968_h.jpg)

Hujat saja aku sayang, awalnya kuharap begitu sayang,

Lalu kudengar tangismu menahan rindu sayang.

Saat itu aku luluh dengan air mata sayang,

Kurasakan betapa aku ini gegabah dalam memilih sayang, sayang.

Maafkan aku sayang,

Karena sayang kini tinggal menjadi sayang.

waktu berlalu aku memilih sayang,

sayang bukan kau yang kupilih sayang.

Untuk penantian sejak 8 tahun, dalam kerinduan dan kecanduan akan keberhasilan untuk memantaskan diri bagi seorang wanita yang disukai. dan ternyata yang dinanti telah memilih orang lain. hadiah untuk seorang sahabat di ujung tenggara sebuah pulau yang berbentuk huruf K.

semarang, kost laras 12

Kisah Debu

kulihat bayangmu di sudut kehidupanmu yang baru

dalam senyum dan kehidupan yang serba nanggung

bahagia atau bukan terlihat samar-samar

karena keyakinanmu yang setengah-setengah

dalam memilih dan menjalani

apa kau sesali pilihanmu dulu tinggalkanku?

mungkin ia, karna kulihat kini kau tak begitu bahagia

padahal kehadiran anggota baru di keluarga kecilmu hampir tiba

kau masih saja memikirkanku

sama sepeti dulu, tapi tak sesering dulu

aku tertawa dalam rindu yang kau pendam

bukan bangga, tapi merasa miris

ini bukan tawa bahagia, tapi tawa pengakuan keterbatasanku atas kehendak Tuhan

yang mengatur agar kita tak berjodoh

yang mengatur takdir kita untukmu melepaskanku, memilih dia, demi keluargamu

mungkin kini kau tak sebahagia dulu, tak sebahagia denganku

aku kini tanpamu tetap bahagia, belajar dari masa lalu

merenda hidup dalam pengabdian untuk kehidupan

selamat jalan masa lalu, terimakasih kini, kusongsong masa depan

melepasmu debu, dalam hembusan angin siang ini.

didedikasikan untuk seorang sahabat yang sedang menjalani kehidupannya yang baru….  (^▼^)

semarang, kost laras 12, 24/07/2012, 14.35

Stalker & Thinker

Dalam raganya ia bergelut dalam perang

Perang karakter di dirinya yang sama-sama ingin mendominasi

Ini bukan sisi hitam putih, bukan pula baik jahat

Tapi logika yang menghadirkan meme dalam tiap buku yang ia baca

Dalam tiap kebenaran yang ia baca tapi tidak terjadi di dunia nyata

Berperang melawan getirnya kenyataan di batinnya

Membentuk karakter yang setiap saat bisa terbangun dari tidur

Begitulah aku memandangnya

Yang jidatnya berkerut membentuk garis lurus diantara dua alisnya

Orang bilang dia itu lebih baik  dijauhi, karna tidak bisa menikmati hidup

Selalu saja keliatan berfikir, tapi yang ia lakukan adalah perang

Menyatukan kepingan meme di pikirannya untuk di aksikan

Ingin membangunkannya untuk sarapan, atau menikmati teh hangat

Tapi ia terlalu sibuk hingga melupakan dunia nyata, tempat dimana seharusnya ia berpijak

Menanti ada sosok yang lebih kuat untuk menghentakkan ia dan terbangun

Mengajaknya berjalan melihat perbedaan dalam menjalani dan merasa