Lubang di Hati (Kerinduan)

Merindukan momen bisa melaksanakan ibadah di malam-malam ramadhan dengan baik.
Mengerti makna kesyukuran saat tiba di rumah pukul 18.30.
Bersyukur atas fisik yang sehat untuk berdiri menghadapNya.
Bersyukur untuk batin yang siap bertemu denganNya.

Saat waktu dalam hidup terenggut oleh pekerjaan kantor dan jalanan yang macet.
Pergi saat matahari hendak terbit dan pulang saat telah terbenam.
Manusia pencari hidup di ibukota bertanya, sampai kapan?. Seberapa berharganya ini?.
Satu bulan terasa cepat, tergerus kesibukan.

Ramadhan hendak berlalu, ada anak manusia yang sedih dan meratap mengapa begitu cepat.
Ramadhan tahun depan belum tentu sampai baginya, telah dirasainya ia merugi.
Betapa ia rindu… sekaligus merugi. Mengejar dunia tiada habis, keridhaanNya terasa jauh.
Lebih baik sesal daripada mati rasa.

Masih berharap di sisa waktu akhir ini bisa mengejar kemesraan dengan Tuhan.
Menghadap dengan siap.
Bersujud dengan sungguh.
Berdoa dengan tulus.
Mencari RidhaNya.

Izinkan… Aamiin

image

Iklan

Ikutan Komentar Yukkk...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s